Ilustrasi foto idola di sosmed
Terasmuslim.com - Mengagumi sosok idola merupakan hal wajar yang sering dialami oleh banyak orang di era digital saat ini.
Namun, perasaan kagum tersebut perlu dikendalikan agar tidak melampaui batas syariat yang telah ditetapkan.
Sengaja membayangkan sosok bukan mahram dengan khayalan yang tidak pantas dapat merusak kesucian hati.
Syaitan sering memanfaatkan celah khayalan tersebut sebagai pintu masuk untuk mengarahkan manusia pada kemaksiatan.
Allah SWT memerintahkan umat beriman untuk menjaga pandangan sebagaimana firman-Nya dalam Surah An-Nur ayat 30.
Perintah menjaga pandangan tidak hanya berlaku secara langsung, melainkan juga saat menatap layar media sosial.
Tontonan yang dilihat secara terus-menerus melalui ponsel sangat mudah memengaruhi pikiran serta ketenangan jiwa.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Bukhari bahwa mata juga bisa berzina melalui pandangan yang haram.
Khayalan liar yang sengaja dipelihara dapat dikategorikan sebagai bentuk zina pikiran atau zina hati.
Jika melintas pikiran yang tidak pantas, seorang muslim dianjurkan untuk segera mengalihkannya dan tidak melanjutkannya.
Menjauhi konten atau tontonan pemicu merupakan langkah preventif yang sangat efektif untuk melindungi kesucian diri.
Mengalihkan perhatian pada hal bermanfaat dan memperbanyak zikir menjadi sarana benteng diri dari bisikan jahat.
Jangan biarkan rasa kagum yang berlebihan membuat hati terikat kuat pada sesuatu yang diharamkan Allah SWT.
Menjaga kesucian pandangan dan pikiran adalah sarana utama untuk meraih ketakwaan serta kedamaian batin.
Semoga Allah SWT senantiasa memelihara hati dan pandangan kita dari segala hal yang tidak diratai-Nya.