Ilustrasi foto main gadget pasangan
Terasmuslim.com - Rasa takut dan cemas berlebihan akan ketidaksetiaan pasangan sering kali menjadi beban berat dalam kehidupan rumah tangga.
Kecemasan yang dibiarkan terus menumpuk dapat memicu prasangka buruk yang merusak keharmonisan dan ketenangan jiwa.
Dalam Islam, menjaga kedamaian hati dan kejernihan pikiran adalah kunci utama dalam membangun hubungan rumah tangga yang sakinah.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 agar umat-Nya menjauhi prasangka buruk karena sebagian darinya adalah dosa.
Prasangka atau su`udzon yang berlebihan tanpa bukti nyata justru memberi ruang bagi setan untuk merusak ikatan pernikahan.
Rasulullah SAW memperingatkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa prasangka adalah sedusta-dustanya perkataan yang harus dihindari.
Langkah awal untuk mengatasi rasa cemas ini adalah dengan mengembalikan segala keraguan dan ketakutan kita kepada Allah SWT.
Ingatlah firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28 bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.
Selanjutnya, bangunlah komunikasi yang jujur dan terbuka bersama pasangan tanpa harus menyudutkan atau menuduh sembarangan.
Islam mengajarkan kita untuk saling menasihati dan menjaga amanah pernikahan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim bahwa agama itu adalah nasihat yang tulus bagi sesama Muslim.
Pasrahkan keberadaan dan kesetiaan pasangan kepada Allah yang Maha Menjaga, karena Dialah pemilik sebaik-baik perlindungan.
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Talaq ayat 3 bahwa barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan kebutuhannya.
Perbanyaklah doa agar rumah tangga senantiasa dijaga dari fitnah, kebohongan, dan pengkhianatan yang merusak.
Dengan memperkuat tawakal dan komunikasi, hati akan menjadi lebih tenang serta rumah tangga senantiasa dilimpahi keberkahan.