Ilustrasi bermain sosial media dan bahaya penyakit hati
Terasmuslim.com - Kematian merupakan ketetapan mutlak dari Allah SWT yang telah tertulis dalam takdir setiap manusia.
Sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Anbiya ayat 35, Allah berfirman: Kullu nafsin dzaa`iqatul maaut, yang artinya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.
Namun, di balik takdir tersebut, Rasulullah SAW pernah menyebutkan sebuah penyebab fisik maupun spiritual yang paling dominan mengintai umatnya.
Dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Ath-Thabrani dan Al-Bazzar dari Jabir bin Abdillah RA, Nabi SAW mengungkap fakta mengejutkan mengenai fenomena ini.
Rasulullah SAW bersabda bahwa mayoritas umatnya yang meninggal dunia setelah qadha dan qadar Allah adalah disebabkan oleh penyakit `ain.
Penyakit `ain sendiri merupakan gangguan atau bahaya yang timbul dari pandangan mata yang disertai rasa hasad, dengki, atau kekaguman tanpa mengingat Allah.
Fenomena ini membuktikan bahwa pengaruh pandangan mata bukan sekadar mitos, melainkan sebuah realitas spiritual yang berdampak nyata pada fisik.
Al-Qur`an juga memberikan isyarat mengenai bahaya pandangan mata ini dalam Surah Al-Qalam ayat 51.
Allah SWT berfirman bahwa orang-orang kafir hampir saja menggelincirkan Nabi dengan pandangan mata mereka ketika mendengar Al-Qur`an.
Rasulullah SAW memperingatkan bahwa bahaya `ain sangat nyata hingga dapat memasukkan seseorang ke dalam liang kubur lebih cepat.
Di era modern saat ini, potensi terkena penyakit `ain semakin meningkat seiring maraknya kebiasaan pamer di media sosial.
Umat Islam diimbau untuk senantiasa membentengi diri dan keluarga dengan rutin membaca doa perlindungan serta zikir pagi dan petang.
Selain itu, menyertakan ucapan Masya Allah atau Barakallahu fik saat mengagumi sesuatu menjadi langkah krusial untuk mencegah timbulnya `ain.
Menjaga sifat rendah hati dan tidak berlebihan dalam memamerkan kenikmatan hidup juga merupakan benteng terbaik dari pandangan dengki orang lain.
Dengan memahami peringatan Rasulullah SAW ini, setiap mukmin diharapkan lebih waspada dan rajin mendekatkan diri kepada Allah agar terhindar dari marabahaya.