Ilustrasi foto khawatir posting di sosmed
Terasmuslim.com - Dalam Islam, ‘ain adalah pandangan yang dapat membawa mudarat dengan izin Allah. Hal ini bukan sekadar mitos, melainkan hakikat yang dijelaskan dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Al-‘ain itu benar adanya,” sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
‘Ain sering kali berkaitan erat dengan hasad atau rasa iri terhadap nikmat orang lain. Ketika hati dipenuhi dengki, seseorang bisa tanpa sadar menimbulkan dampak buruk melalui pandangannya. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hati dari penyakit hasad.
Al-Qur’an juga mengajarkan perlindungan dari kejahatan orang yang hasad. Dalam Surah Al-Falaq ayat 5, Allah memerintahkan untuk berlindung dari kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki. Ini menunjukkan bahwa hasad memiliki dampak nyata yang perlu diwaspadai oleh setiap Muslim.
Di era media sosial, potensi terkena ‘ain bisa semakin besar. Banyak orang dengan mudah membagikan foto, pencapaian, dan kebahagiaan tanpa batas. Tanpa disadari, hal ini bisa memancing pandangan hasad dari orang lain yang melihatnya.
Islam tidak melarang berbagi kebahagiaan, namun mengajarkan kehati-hatian dan kesederhanaan. Disunnahkan untuk membaca doa perlindungan, seperti dzikir pagi dan petang, serta memohon keberkahan atas nikmat yang dimiliki. Selain itu, menjaga privasi juga menjadi bagian dari ikhtiar menghindari mudarat.
Dengan memahami bahaya ‘ain dan hasad, seorang Muslim akan lebih bijak dalam bersikap. Ia tidak hanya menjaga dirinya dari rasa iri, tetapi juga berhati-hati dalam menampilkan kehidupan. Pada akhirnya, perlindungan terbaik adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat keimanan.