Kita suci Al Quran. Foto: dok. katakini
Terasmuslim.com - Sebagai kitab suci utama umat Islam, Al-Qur`an bukan sekadar panduan hukum dan ibadah.
Lebih dari itu, Al-Qur`an adalah mahakarya kebahasaan, sejarah, dan struktur keagungan mukjizat yang terus membuat para peneliti, akademisi, serta ahli bahasa terpesona hingga hari ini.
Diturunkan secara bertahap selama kurun waktu kurang lebih 23 tahun kepada Nabi Muhammad SAW, Al-Qur`an menyimpan berbagai keunikan ilmiah dan keajaiban struktur yang luar biasa.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini tujuh fakta unik dan menarik dari Al-Qur`an yang patut kamu ketahui:
Salah satu keajaiban matematis Al-Qur`an terletak pada keseimbangan (simetri) penulisan kata-katanya.
Kata-kata yang memiliki hubungan makna berlawanan atau berpasangan dituliskan dengan jumlah yang persis sama di dalam Al-Qur`an, contohnya:
Dunia (Ad-Dunya) dan Akhirat (Al-Akhirah) masing-masing disebut sebanyak 115 kali. Malaikat (Al-Mala`ikah) dan Setan (Asy-Syayathin) masing-masing disebut sebanyak 88 kali.
Pria (Ar-Rajul) dan Wanita (Al-Imra`ah) masing-masing disebut sebanyak 24 kali. Hidup (Al-Hayat) dan Mati (Al-Mawt) masing-masing disebut sebanyak 145 kali.
Dari total 114 surah dalam Al-Qur`an, hampir seluruhnya diawali dengan bacaan Bismillahir-rahmanir-rahim. Namun, terdapat keunikan pada dua surah berikut.
Surah At-Taubah (Surah ke-9) merupakan satu-satunya surah dalam Al-Qur`an yang tidak diawali dengan kalimat Basmalah karena berisikan ketegasan dan pemutusan hubungan terhadap kaum musyrikin yang merusak perjanjian.
Surah An-Naml (Surah ke-27) memiliki dua kalimat Basmalah, yakni pada pembuka surah serta pada ayat ke-30 yang menceritakan isi surat Nabi Sulaiman AS kepada Ratu Balqis.
Hal ini membuat total bacaan Basmalah di seluruh pembuka surah Al-Qur`an tetap genap berjumlah 114.
Meskipun Al-Qur`an mengisahkan banyak tokoh perempuan agung seperti Hawa, istri Firaun (Asiyah), maupun ibunda Nabi Musa hanya ada satu nama wanita yang namanya secara eksplisit dan langsung disebutkan di dalam teks Al-Qur`an, yaitu Maryam binti Imran (ibunda Nabi Isa AS).
Nama Maryam bahkan disebutkan sebanyak 34 kali dalam Al-Qur`an dan diabadikan menjadi nama salah satu surah utama, yaitu Surah Maryam (Surah ke-19).
Al-Qur`an merupakan satu-satunya kitab suci di dunia yang teks bahasanya (bahasa Arab) tidak pernah berubah satu huruf pun sejak diturunkan pada abad ke-7 Masehi.
Allah SWT secara tegas menjamin pemeliharaan keaslian Al-Qur`an sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Hijr ayat 9.
Selain terpelihara dalam bentuk mushaf tertulis, pemeliharaan Al-Qur`an terjadi melalui tradisi hafalan (Tahfidz).
Saat ini, puluhan juta penghafal Al-Qur`an (Hafiz/Hafizah) dari berbagai belahan dunia dan latar belakang bahasa mampu menghafalkan seluruh isi Al-Qur`an secara sempurna luar kepala.
Di dalam Al-Qur`an, kata Wal-yatalattaf (وَلْيَتَلَطَّفْ) yang terdapat pada Surah Al-Kahf ayat 19 memegang peranan sangat khusus. Kata yang berarti "dan hendaklah dia berlaku lemah lembut" ini diakui oleh para ulama rasm usmani sebagai kata yang berada persis di titik tengah jumlah seluruh kata Al-Qur`an.
Karena posisinya yang presisi di tengah, pada cetakan mushaf Al-Qur`an standar kata ini kerap dicetak dengan huruf tebal (bold).
Meski Al-Qur`an adalah kitab petunjuk agama dan bukan buku sains, banyak ayatnya yang mengisyaratkan fenomena alam secara akurat sebelum ilmu pengetahuan modern menemukannya ribuan tahun kemudian. Beberapa di antaranya meliputii:
- Teori Pembentukan Alam Semesta
Penjelasan bahwa langit dan bumi dulunya merupakan satu kesatuan yang padu sebelum dipisahkan (QS. Al-Anbiya: 30).
- Fase Perkembangan Embrio Manusia
Rincian tahapan perkembangan janin dari Nutfah, `Alaqah (gumpalan darah), hingga Mudhghah (gumpalan daging) dalam Surat Al-Mu`minun ayat 12-14.
- Fenomena Dua Lautan yang Tidak Menyatu
Isyarat adanya batas fisiologis antara air tawar dan air asin di lautan (QS. Ar-Rahman: 19-20).
Surah Al-Kautsar adalah surah terpendek dalam Al-Qur`an yang hanya terdiri dari 3 ayat dan 10 kata.
Kendati sangat singkat, struktur ritme dan keindahan bahasa dalam Surah Al-Kautsar mampu membungkam para penyair puitis bangsa Arab pada zaman Jahiliyah yang saat itu menantang Nabi Muhammad SAW untuk membuat satu surah saja yang setara dengan Al-Qur`an.