• KEISLAMAN

Mengapa Berharap pada Manusia Selalu Berujung Kekecewaan?

Yahya Sukamdani | Kamis, 23/07/2026
Mengapa Berharap pada Manusia Selalu Berujung Kekecewaan? Ilustrasi tawakal

Terasmuslim.com - Menaruh ekspektasi yang terlampau tinggi kepada sesama manusia sering kali menjadi awal mula lahirnya rasa patah hati.

Kita cenderung lupa bahwa manusia adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan dan tidak pernah luput dari kesalahan.

Ketika seseorang menggantungkan kebahagiaannya pada janji orang lain, ia sebenarnya sedang membuka pintu untuk kekecewaannya sendiri.

Islam mengajarkan bahwa hati manusia mudah berbolak-balik, sehingga menyandarkan harapan pada mereka adalah sebuah tindakan yang keliru.

Allah SWT secara tegas mengingatkan hamba-Nya agar melabuhkan segala bentuk tumpuan harapan hanya kepada-Nya.

Dalam Surah Al-Insyirah ayat 8, Allah SWT berfirman, "Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."

Ayat tersebut menjadi landasan utama bahwa satu-satunya tempat bergantung yang hakiki dan tidak akan pernah mengecewakan hanyalah Sang Maha Pencipta.

Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya bertawakal sepenuhnya kepada Allah melalui hadist riwayat Tirmidzi tentang burung yang keluar dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.

Imam Syafi`i pernah berpesan bahwa ketika engkau berharap pada manusia, Allah akan menimpakan rasa pedihnya kekecewaan agar engkau kembali ingat kepada-Nya.

Kekecewaan yang kita rasakan sesungguhnya merupakan bentuk kasih sayang Allah untuk menegur hamba-Nya yang salah menggantungkan rasa.

Menjaga kebersihan hati berarti belajar melepaskan keterikatan emosional terhadap penilaian maupun balasan dari sesama manusia.

Saat kita mampu melatih diri untuk bertawakal secara utuh, jiwa akan terbebas dari beratnya beban ekspektasi duniawi.

Berbuat baik kepada sesama tetap wajib dilakukan, namun niatnya harus murni demi mencari keridhaan Allah semata.

Sandarkanlah seluruh doa, usaha, dan takdir hidup kita secara penuh ke dalam genggaman Sang Maha Kuasa.

Dengan memfokuskan harapan hanya kepada Allah, kita tidak hanya terbebas dari rasa kecewa, tetapi juga memperoleh ketenangan batin yang abadi.