Ilustrasi foto lalat dan lebah
Terasmuslim.com - Lebah adalah makhluk istimewa yang secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an melalui Surah An-Nahl sebagai penerima wahyu ilham. Allah SWT memerintahkan lebah untuk membangun sarang di gunung-gunung dan pohon-pohon dengan ketelitian arsitektur yang sangat luar biasa. Karakteristik utama lebah adalah kemampuannya mencari sumber kebaikan dan mengolahnya menjadi madu yang bermanfaat bagi manusia.
Rasulullah SAW memberikan perumpamaan bahwa seorang mukmin itu sejatinya berperilaku seperti lebah dalam kehidupan sehari-hari. Lebah hanya mendatangi bunga yang wangi dan bersih, lalu ia mengonsumsi saripati tanpa merusak dahan yang dihinggapinya. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu mencari rezeki yang halal serta memberikan manfaat luas bagi lingkungan sekitar kita.
Berbanding terbalik dengan lebah, lalat seringkali menjadi simbol dari keburukan dan orientasi hidup yang sangat rendah. Lalat memiliki kecenderungan alami untuk mencari tempat yang kotor, penuh kuman, serta menyebarkan penyakit ke mana pun ia hinggap. Dalam pandangan syariat, perilaku ini mencerminkan orang-orang yang gemar mencari kesalahan orang lain dan menyukai kemaksiatan.
Al-Qur’an dalam Surah Al-Hajj memberikan perumpamaan bahwa lalat adalah makhluk yang sangat lemah bahkan bagi mereka yang menyembah selain Allah. Jika lalat merampas sesuatu, manusia yang sombong sekalipun tidak akan mampu merebutnya kembali tanpa pertolongan dari Sang Pencipta. Ayat ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak memiliki sifat kikir dan sombong layaknya filosofi hidup seekor lalat.
Pilihan hidup antara menjadi lebah atau lalat sejatinya mencerminkan kejernihan hati serta arah orientasi spiritual seorang hamba. Seseorang yang berhati lebah akan selalu memproduksi kata-kata manis dan tindakan yang menyejukkan hati bagi sesama manusia. Namun, mereka yang berhati lalat hanya akan fokus pada sampah atau aib orang lain demi memuaskan nafsu semata.
Syariat Islam mengajak kita untuk senantiasa melakukan tazkiyatun nafs agar kita memiliki karakter kuat seperti koloni lebah yang disiplin. Mari kita bersihkan pikiran dari segala kotoran duniawi yang hanya menarik perhatian lalat-lalat dosa masuk ke dalam jiwa. Jadilah pribadi yang jika hadir membawa manfaat, dan jika pergi meninggalkan jejak kemanisan bagi umat.