• KEISLAMAN

Adakah Shalat Khusus Malam Lailatul Qadar?

Yahya Sukamdani | Rabu, 11/03/2026
Adakah Shalat Khusus Malam Lailatul Qadar? Ilustrasi foto shalat qiyamul lail

Terasmuslim.com - Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadhan. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 3, “Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” Karena keutamaannya yang luar biasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam tersebut dengan harapan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Namun demikian, banyak pertanyaan muncul di kalangan umat Islam: apakah ada shalat khusus pada malam Lailatul Qadar yang secara khusus dicontohkan oleh Rasulullah SAW? Berdasarkan penjelasan para ulama dan riwayat hadis yang sahih, tidak ada shalat khusus dengan jumlah rakaat atau bacaan tertentu yang secara spesifik diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk malam Lailatul Qadar.

Yang diajarkan oleh Rasulullah SAW justru adalah memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah, menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya. Hal ini menunjukkan bahwa amalan utama pada malam tersebut adalah memperbanyak qiyamul lail, bukan melaksanakan shalat khusus tertentu.

Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, ketika Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah tentang doa yang dibaca jika bertemu Lailatul Qadar, beliau bersabda: “Bacalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Dengan demikian, ibadah yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar meliputi shalat malam seperti Tarawih dan Tahajud, membaca Al-Qur’an, berdzikir, memperbanyak istighfar, serta memanjatkan doa. Semua amalan ini dilakukan tanpa harus menetapkan tata cara khusus yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Para ulama mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dari praktik ibadah yang tidak memiliki dasar dari syariat.

Pada akhirnya, inti dari menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah memperbanyak amal saleh dengan penuh keikhlasan dan mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW. Ibadah yang sesuai sunnah, meskipun sederhana, jauh lebih utama dibandingkan amalan yang terlihat besar namun tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an dan hadis. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan qiyamul lail, doa, dan dzikir agar meraih keberkahan Lailatul Qadar.