Ilustrasi foto malam Lailatul Qadar
Terasmuslim.com - Sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada fase inilah Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya secara luar biasa untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar. Namun dalam realitas kehidupan modern, banyak orang justru disibukkan dengan aktivitas belanja kebutuhan lebaran, mulai dari pakaian baru, kue, hingga berbagai persiapan hari raya. Tanpa disadari, kesibukan ini sering membuat seseorang lalai dari momentum ibadah yang sangat berharga.
Dalam berbagai hadits disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dengan ibadah, serta membangunkan keluarganya untuk beribadah. Hal ini menunjukkan bahwa masa tersebut seharusnya dipenuhi dengan shalat malam, doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan itikaf di masjid, bukan justru dipenuhi kesibukan duniawi yang bisa dilakukan di waktu lain.
Allah SWT juga menegaskan dalam Al-Qur’an tentang keutamaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam yang penuh kemuliaan ini terdapat pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan memaksimalkan waktu yang tersisa dari bulan suci ini.
Belanja untuk kebutuhan Idul Fitri memang bukan sesuatu yang dilarang dalam Islam. Memenuhi kebutuhan keluarga, menyiapkan pakaian yang layak, dan menyambut hari raya dengan kebahagiaan merupakan hal yang diperbolehkan. Namun ketika aktivitas belanja tersebut justru menghabiskan waktu hingga melalaikan ibadah, maka seorang muslim perlu melakukan evaluasi terhadap prioritas hidupnya.
Para ulama sering mengingatkan bahwa Ramadhan datang hanya sekali dalam setahun, sementara kesempatan hidup manusia tidak pernah diketahui sampai kapan. Karena itu, sepuluh malam terakhir seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah. Persiapan hari raya bisa dilakukan lebih awal agar tidak mengganggu kesempatan meraih pahala besar di akhir Ramadhan.
Pada akhirnya, seorang muslim dituntut untuk bijak mengatur waktunya. Jangan sampai kesibukan dunia membuat seseorang kehilangan kesempatan meraih keberkahan Lailatul Qadar. Ramadhan adalah bulan ampunan dan rahmat, sehingga sepuluh malam terakhir seharusnya menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan berharap rahmat Allah sebelum bulan mulia ini benar-benar berlalu.