• KISAH

Sultan Malik as-Saleh, Pelopor Kerajaan Islam Pertama

Yahya Sukamdani | Jum'at, 27/02/2026
Sultan Malik as-Saleh, Pelopor Kerajaan Islam Pertama Ilustrasi foto Raja Aceh

Terasmuslim.com - Nama Sultan Malik as-Saleh tercatat sebagai pelopor berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia. Beliau adalah pendiri dan sultan pertama Samudera Pasai pada abad ke-13 M. Sebelum memeluk Islam, sebagian sumber menyebut namanya adalah Merah Silu, seorang pemimpin lokal di wilayah Aceh Utara. Setelah masuk Islam, ia mengambil gelar Malik as-Saleh, yang berarti “raja yang saleh,” mencerminkan komitmennya terhadap nilai-nilai keislaman.

Berdirinya Samudera Pasai menjadi tonggak penting dalam sejarah dakwah di Nusantara. Dari kerajaan inilah Islam berkembang bukan hanya sebagai agama pribadi, tetapi juga sebagai sistem pemerintahan dan sosial. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT: “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh di antara kamu bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi…” (QS. An-Nur: 55). Kepemimpinan Sultan Malik as-Saleh menjadi wujud nyata janji Allah tersebut, ketika iman melahirkan peradaban.

Sebagai seorang pemimpin, Sultan Malik as-Saleh dikenal memperkuat perdagangan dan menjadikan Pasai sebagai pusat ekonomi maritim. Letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional membuat banyak pedagang Muslim singgah dan menetap. Dalam Islam, perdagangan yang jujur memiliki kedudukan mulia. Rasulullah SAW bersabda: “Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada” (HR. Tirmidzi). Spirit inilah yang membentuk karakter ekonomi Samudera Pasai.

Tidak hanya berfokus pada ekonomi, beliau juga memperhatikan penguatan syariat dan pendidikan agama. Ulama memiliki posisi penting dalam pemerintahan. Tradisi keilmuan mulai tumbuh, menjadikan Pasai sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara. Prinsip dakwah yang dijalankan pun sesuai dengan perintah Allah: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik” (QS. An-Nahl: 125). Islam menyebar melalui keteladanan, bukan paksaan.

Sultan Malik as-Saleh wafat pada tahun 1297 M. Batu nisannya yang masih terawat hingga kini menjadi bukti sejarah penting keberadaan kerajaan Islam pertama di Nusantara. Warisannya diteruskan oleh para penerusnya, menjadikan Samudera Pasai semakin berpengaruh dan menjadi referensi bagi kerajaan-kerajaan Islam setelahnya, termasuk di wilayah Jawa dan Malaka.

Kisah hidup Sultan Malik as-Saleh mengajarkan bahwa kekuasaan sejati lahir dari iman, akhlak, dan komitmen terhadap syariat. Ia bukan sekadar raja, tetapi simbol awal kebangkitan peradaban Islam di Indonesia. Dari pesisir Aceh, cahaya Islam menyebar ke seluruh penjuru Nusantara, membentuk identitas umat yang bertahan hingga hari ini.