Ilustrasi mengambil sedekah
Terasmuslim.com - Di tengah kondisi ekonomi yang menekan dan kebutuhan hidup yang meningkat, sedekah justru memiliki nilai yang semakin tinggi di sisi Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa amal tidak hanya dinilai dari jumlahnya, tetapi juga dari waktu dan kondisi saat dilakukan. Ketika banyak orang menahan diri karena takut kekurangan, sedekah yang tetap mengalir menjadi bukti kuatnya iman dan tawakal kepada Allah.
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu ta‘ala menegaskan bahwa sedekah pada hari-hari penuh kebutuhan dan musim dingin memiliki kedudukan besar. Sebab pada saat itu, manfaat sedekah lebih nyata dirasakan oleh fakir miskin. Semakin besar kebutuhan, semakin besar pula dampak bantuan tersebut. Dan semakin ikhlas niatnya karena Allah, semakin agung pula pahalanya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 bahwa perumpamaan orang yang bersedekah di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah tidak pernah mengurangi harta, justru Allah melipatgandakannya. Apalagi ketika dilakukan dalam kondisi sulit, saat orang lain menahan hartanya.
Rasulullah SAW juga bersabda bahwa sedekah yang paling utama adalah sedekah ketika dalam kondisi sulit dan khawatir miskin (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa nilai pengorbanan sangat diperhitungkan dalam Islam. Memberi saat lapang adalah kebaikan, namun memberi saat sempit adalah kemuliaan yang lebih tinggi.
Selain itu, sedekah di masa sulit menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketika seseorang memperhatikan saudaranya yang kekurangan, ia bukan hanya memberi materi, tetapi juga harapan dan kepedulian. Inilah makna sabda Nabi SAW bahwa seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan.
Editorial ini mengajak kaum muslimin untuk tidak menunda kebaikan hingga menunggu kaya. Masa sulit justru momentum emas untuk meraih pahala besar. Perhatikan saudara-saudara yang membutuhkan, ulurkan bantuan sesuai kemampuan, dan yakini bahwa apa yang kita infakkan di jalan Allah SWT tidak akan pernah sia-sia. Di saat banyak orang menahan, tangan yang memberi justru ditinggikan derajatnya di sisi-Nya.