Ilustrasi foto olahraga
Terasmuslim.com - Puasa Ramadhan adalah ibadah yang diwajibkan Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, bukan sekadar manfaat fisik. Namun di tengah tren gaya hidup sehat, muncul pertanyaan: bagaimana jika seseorang berpuasa dengan niat utama ingin sehat?
Dalam Islam, niat adalah fondasi amal. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini diriwayatkan dari sahabat besar Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Jika seseorang berpuasa semata-mata demi kesehatan tanpa menghadirkan niat ibadah kepada Allah SWT, maka ia telah menggeser orientasi ibadah dari Allah kepada tujuan duniawi. Inilah yang berbahaya, karena ruh ibadah adalah keikhlasan.
Kesyirikan dalam konteks ini bukan berarti langsung menyembah selain Allah, namun ketika ibadah diniatkan bukan karena Allah sebagai tujuan utama, melainkan demi motif dunia semata, maka nilai tauhidnya terancam. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Bayyinah ayat 5 bahwa manusia diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya dengan ikhlas. Jika niat ibadah dicampuri tujuan dunia sebagai prioritas utama, maka pahala bisa hilang atau berkurang drastis.
Namun perlu dipahami, menjadikan kesehatan sebagai hikmah atau manfaat tambahan dari puasa tidaklah terlarang. Islam tidak menafikan manfaat duniawi dari ibadah. Bahkan secara ilmiah, puasa terbukti memiliki dampak positif bagi tubuh. Akan tetapi, manfaat tersebut harus ditempatkan sebagai bonus, bukan tujuan inti. Tujuan utamanya tetaplah menjalankan perintah Allah dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.
Para ulama menjelaskan bahwa jika seseorang berniat puasa karena Allah sekaligus berharap sehat sebagai dampak sampingan, maka tidak mengapa. Yang menjadi persoalan adalah ketika orientasi ibadah sepenuhnya demi dunia, tanpa menghadirkan keikhlasan kepada Allah. Allah SWT memperingatkan dalam QS. Hud ayat 15–16 tentang orang-orang yang hanya menginginkan kehidupan dunia dari amal mereka; mereka bisa kehilangan bagian di akhirat.
Karena itu, Ramadhan adalah momentum meluruskan niat. Berpuasa demi Allah SWT adalah ibadah agung yang mendatangkan pahala tak terhingga. Jika kesehatan datang sebagai buahnya, itu adalah karunia. Jangan sampai kita menukar pahala akhirat dengan sekadar manfaat jasmani. Luruskan niat, jaga tauhid, dan jadikan puasa sebagai jalan menuju ketakwaan, bukan sekadar program diet musiman.