Ilustrasi - berdzikir setelah shalat (FOTO: INSIDER)
Terasmuslim.com - Di antara amalan ringan namun bernilai besar dalam Islam adalah membiasakan membaca Ayat Kursi setelah menunaikan sholat fardhu. Ayat agung yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 255 ini mengandung penegasan tauhid, keagungan Allah, serta kekuasaan-Nya atas seluruh alam. Tidak heran jika Rasulullah SAW memberikan keutamaan yang sangat besar bagi siapa saja yang istiqamah mengamalkannya.
Dalam sebuah hadist shahih, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.” (HR. An-Nasa’i, dishahihkan oleh Al-Albani). Hadist ini menjadi motivasi kuat bahwa amalan yang tampak sederhana ternyata memiliki ganjaran akhirat yang luar biasa.
Al-Qur’an sendiri menegaskan kemuliaan Ayat Kursi sebagai ayat paling agung. Ketika Rasulullah SAW bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang ayat terbesar dalam Al-Qur’an, beliau menjawab Ayat Kursi, dan Rasulullah ﷺ pun membenarkannya (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa ayat tersebut memiliki kedudukan istimewa, baik dari sisi makna maupun pengaruhnya terhadap keimanan seorang Muslim.
Merutinkan Ayat Kursi setelah sholat bukan hanya tentang mengejar pahala, tetapi juga menjaga hati dalam keteguhan iman. Ayat ini mengingatkan bahwa Allah Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, tidak pernah mengantuk dan tidak tidur, serta menguasai langit dan bumi. Kesadaran ini akan menumbuhkan rasa tawakal dan ketenangan, sekaligus menjadi benteng dari godaan syaitan.
Karena itu, jangan remehkan amalan dzikir setelah sholat. Konsistensi membaca Ayat Kursi adalah bentuk kesungguhan seorang hamba dalam menjaga hubungannya dengan Allah. Jika sholat adalah tiang agama, maka dzikir setelahnya adalah penguat yang menyempurnakan ibadah tersebut, hingga seorang hamba layak mendapatkan janji surga dari Rabb-nya.