Ilustrasi foto pendosa yang taubat (Foto: Ilustrasi AI)
Terasmuslim.com - Dalam kondisi hidup yang berat, tidak sedikit orang yang terlintas keinginan agar segera wafat demi mengakhiri penderitaan. Namun Islam mengajarkan bahwa umur adalah amanah, bukan beban yang boleh diakhiri dengan harapan kematian. Selama Allah SWT masih memberi kehidupan, berarti pintu taubat masih terbuka dan kesempatan memperbaiki diri belum tertutup.
Rasulullah SAW secara tegas melarang seorang Muslim berharap kematian karena kesulitan hidup. Beliau bersabda:
“Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. Jika ia benar-benar harus berharap, maka katakanlah: ‘Ya Allah, hidupkanlah aku jika hidup itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika wafat itu lebih baik bagiku.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa sikap seorang mukmin adalah berserah diri, bukan berputus asa. Hidup dan mati sepenuhnya berada di tangan Allah, bukan di tangan manusia.
Allah SWT juga menegaskan bahwa selama ajal belum tiba, manusia masih memiliki peluang untuk kembali kepada-Nya.
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)
Ayat ini menegaskan bahwa taubat bukan milik orang saleh saja, melainkan kebutuhan seluruh manusia. Selama napas masih berhembus, taubat selalu lebih mulia daripada kematian yang diharapkan karena keputusasaan.
Bahkan Rasulullah SAW mengingatkan bahwa panjang umur yang diisi dengan kebaikan adalah keuntungan besar.
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.”
(HR. Tirmidzi)
Artinya, hidup yang panjang bukan musibah jika digunakan untuk memperbaiki iman, memperbanyak amal saleh, dan meninggalkan dosa. Justru kematian yang datang saat belum bertaubat adalah kerugian besar.
Karena itu, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk lari dari kehidupan, tetapi memaknai kehidupan sebagai ladang taubat. Selama Allah masih menunda kematian, berarti Allah masih memberi kesempatan untuk kembali, memperbaiki diri, dan meraih rahmat-Nya.