Ilustrasi teman mengajak ke masjid
Terasmuslim.com - Teman yang berkah adalah sahabat yang kehadirannya mendekatkan seseorang kepada Allah, menambah ketaatan, dan menjaga dari perbuatan maksiat. Islam memandang pertemanan sebagai faktor besar yang memengaruhi iman dan amal seseorang. Al-Qur’an menegaskan pentingnya memilih lingkungan yang baik, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan petang hari dengan mengharap keridhaan-Nya” (QS. Al-Kahfi: 28). Ayat ini menunjukkan bahwa kebersamaan dengan orang-orang shalih adalah sebab keberkahan hidup.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa pengaruh teman sangat kuat dalam membentuk karakter dan akhlak seseorang. Dalam hadits shahih, beliau bersabda: “Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang ia jadikan teman” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Hadits ini menegaskan bahwa kualitas iman seseorang sangat dipengaruhi oleh siapa yang sering bersamanya, baik secara pemikiran maupun perbuatan.
Teman yang berkah akan senantiasa mengajak kepada kebaikan, mengingatkan saat lalai, dan menasihati dengan cara yang lembut ketika berbuat salah. Mereka tidak membiarkan sahabatnya tenggelam dalam dosa atau kesesatan. Allah Ta’ala berfirman: “Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa” (QS. Al-Ma’idah: 2). Pertemanan yang dibangun atas dasar taqwa inilah yang melahirkan keberkahan dunia dan akhirat.
Sebaliknya, Al-Qur’an menggambarkan penyesalan orang-orang yang salah memilih teman. Pada hari kiamat, mereka berkata: “Wahai celakalah aku, sekiranya dahulu aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman akrabku” (QS. Al-Furqan: 28). Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa pertemanan yang menjerumuskan pada maksiat akan berujung pada penyesalan yang tiada guna.
Teman yang berkah juga merupakan sahabat yang jujur dan ikhlas, bukan yang hanya hadir saat senang lalu pergi ketika susah. Rasulullah SAW menggambarkan teman yang baik seperti penjual minyak wangi, yang meski tidak membeli darinya, kita tetap mendapatkan aroma harum darinya (HR. Bukhari dan Muslim). Artinya, kebersamaan dengan orang shalih selalu membawa dampak positif, meski hanya dengan melihat dan mendengar ucapannya.
Pada akhirnya, teman yang berkah adalah nikmat besar yang patut disyukuri dan dijaga. Memilih teman bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi soal keselamatan iman. Karena itu, setiap Muslim hendaknya berdoa agar Allah Ta’ala menganugerahkan sahabat-sahabat yang shalih, yang saling menuntun menuju surga dan saling menguatkan dalam ketaatan hingga akhir hayat.