• UMRAH & HAJI

Kenapa Harus Mencium Hajar Aswad Saat Umrah dan Haji?

Yahya Sukamdani | Sabtu, 24/01/2026
Kenapa Harus Mencium Hajar Aswad Saat Umrah dan Haji? Ilustrasi foto Hajar Aswad (foto:inews)

Terasmuslim.com - Mencium Hajar Aswad saat umrah dan haji bukanlah bentuk penyembahan terhadap batu, melainkan ketaatan kepada sunnah Rasulullah ﷺ dalam pelaksanaan thawaf. Nabi ﷺ memulai thawaf dari Hajar Aswad dan menciumnya ketika memungkinkan. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menegaskan pemahaman ini dengan ucapannya, “Aku tahu engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah ﷺ menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa amalan tersebut murni ittiba’ (mengikuti) Rasulullah, bukan keyakinan mistis.

Al-Qur’an menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah haji dan umrah harus mengikuti tuntunan Nabi ﷺ. Allah ﷻ berfirman, “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu” (QS. Al-Ahzab: 21). Karena itu, mencium Hajar Aswad dipahami sebagai bagian dari syiar ibadah thawaf yang dicontohkan Nabi ﷺ. Namun, para ulama sepakat bahwa hukumnya sunnah, bukan rukun atau wajib, sehingga tidak memengaruhi sahnya ibadah bila tidak dilakukan.

Rasulullah ﷺ juga menyebutkan keutamaan Hajar Aswad dalam beberapa hadis. Di antaranya, “Hajar Aswad turun dari surga, ia lebih putih daripada susu, lalu dosa-dosa anak Adam yang membuatnya menjadi hitam” (HR. Tirmidzi). Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Hajar Aswad akan menjadi saksi pada hari kiamat bagi orang yang menyentuhnya dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Hal ini menunjukkan kemuliaannya sebagai syiar Allah, bukan sebagai objek ibadah.

Meski demikian, Islam sangat menjunjung tinggi adab dan keselamatan. Jika kondisi padat dan berdesakan, Rasulullah ﷺ mencontohkan untuk memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir, tanpa harus menciumnya (HR. Bukhari). Ini menegaskan bahwa menjaga keselamatan diri dan orang lain lebih utama daripada memaksakan sunnah. Inti dari mencium Hajar Aswad adalah ketaatan, bukan sentuhan fisik semata.