• UMRAH & HAJI

Jangan Sampai Berangkat ke Tanah Suci tapi Belum Paham Rukunnya

Yahya Sukamdani | Sabtu, 24/01/2026
Jangan Sampai Berangkat ke Tanah Suci tapi Belum Paham Rukunnya Ilustrasi mau umrah tidak berilmu

Terasmuslim.com - Berangkat ke tanah suci adalah impian besar setiap Muslim. Namun, ibadah haji dan umrah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ibadah yang memiliki rukun-rukun wajib yang menentukan sah atau tidaknya amal. Rasulullah ﷺ menegaskan, “Ambillah dariku tata cara manasik kalian” (HR. Muslim). Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa memahami rukun bukan pilihan, tetapi kewajiban. Tanpa ilmu, ibadah berpotensi gugur nilainya meski lelah dan biaya telah dikeluarkan.

Al-Qur’an pun menekankan pentingnya ilmu sebelum amal. Allah ﷻ berfirman, “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah” (QS. Muhammad: 19). Ayat ini menunjukkan bahwa pengetahuan harus mendahului perbuatan. Dalam konteks haji dan umrah, rukun seperti ihram, thawaf, sa’i, wukuf, dan tahallul bukan sekadar urutan teknis, tetapi inti ibadah yang tidak bisa ditinggalkan atau digantikan dengan dam.

Banyak jamaah yang berangkat dengan semangat tinggi namun minim pemahaman, sehingga mudah mengikuti orang lain tanpa tahu mana yang rukun, wajib, atau sunnah. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa beramal tanpa ilmu, maka kerusakannya lebih besar daripada kebaikannya” (HR. Thabrani). Ketidaktahuan ini bisa berakibat fatal: ibadah menjadi tidak sah atau harus mengulang di kemudian hari.

Oleh karena itu, mempelajari manasik sebelum berangkat adalah bentuk kesungguhan dalam menaati Allah. Allah ﷻ berfirman, “Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah” (QS. Al-Baqarah: 196). Kesempurnaan ibadah tidak hanya terletak pada niat dan kehadiran fisik di tanah suci, tetapi juga pada pemahaman yang benar terhadap rukunnya. Haji dan umrah adalah ibadah seumur hidup—jangan sampai rusak karena lalai menuntut ilmu.