• KEISLAMAN

Dua Penghalang Utama Mengikuti Sunnah Nabi

Yahya Sukamdani | Jum'at, 16/01/2026
Dua Penghalang Utama Mengikuti Sunnah Nabi Ilustrasi foto Islam dan Al quran

Terasmuslim.com - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله dalam Majmu’ al-Fatawa (15/93) menjelaskan bahwa penghalang utama seseorang dalam mengikuti Rasulullah ﷺ ada dua: kebodohan dan rusaknya tujuan (niat). Kebodohan di sini bukan sekadar tidak bisa membaca atau menulis, tetapi ketidaktahuan terhadap ajaran Islam yang benar. Allah ﷻ berfirman, “Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43). Ayat ini menegaskan bahwa mengikuti sunnah menuntut ilmu, karena tanpa ilmu, seseorang mudah terjatuh pada bid’ah atau meninggalkan tuntunan Nabi tanpa disadari.

Penghalang kedua adalah rusaknya tujuan atau niat. Seseorang bisa saja mengetahui sunnah, tetapi tidak mengamalkannya karena niatnya bukan untuk mencari ridha Allah, melainkan demi kebiasaan, fanatisme golongan, atau kepentingan dunia. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi landasan utama bahwa kebenaran amal, termasuk mengikuti sunnah, sangat bergantung pada keikhlasan hati.

Al-Qur’an juga memperingatkan tentang orang-orang yang menyimpang meski memiliki pengetahuan, karena tujuan mereka bukan kebenaran. Allah ﷻ berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Shad: 26). Hawa nafsu sering kali merusak niat, sehingga seseorang menolak sunnah yang jelas hanya karena bertentangan dengan keinginannya atau tradisi yang telah mengakar.

Oleh karena itu, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ membutuhkan dua pondasi utama: ilmu yang benar dan niat yang lurus. Tanpa ilmu, seseorang berjalan dalam kegelapan; tanpa niat yang ikhlas, amal kehilangan nilainya. Inilah mengapa para ulama salaf sangat menekankan pentingnya menuntut ilmu syar’i dan membersihkan hati, agar setiap langkah dalam beragama benar-benar sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ dan diterima oleh Allah ﷻ.