• KEISLAMAN

Punya Utang tapi Pamer Liburan Mewah, Bagaimana Pandangan Islam?

Yahya Sukamdani | Minggu, 04/01/2026
Punya Utang tapi Pamer Liburan Mewah, Bagaimana Pandangan Islam? Ilustrasi foto liburan tapi masih punya hutang

Terasmuslim.com - Fenomena seseorang yang masih memiliki utang namun justru memamerkan liburan di tempat mahal menjadi persoalan etika yang serius dalam Islam. Utang bukan perkara ringan, bahkan Rasulullah ﷺ sangat tegas dalam menyikapinya. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Nabi ﷺ bersabda bahwa ruh seorang mukmin masih tergantung sampai utangnya dilunasi. Ini menunjukkan bahwa utang adalah tanggung jawab besar yang harus diprioritaskan sebelum memenuhi gaya hidup atau kesenangan pribadi.

Al-Qur’an juga menekankan pentingnya amanah dan menunaikan kewajiban. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” (QS. An-Nisa: 58). Utang adalah amanah yang wajib ditunaikan tepat waktu. Ketika seseorang memilih menghamburkan harta untuk liburan mewah sementara utangnya belum dibayar, maka hal itu dapat termasuk bentuk kelalaian terhadap amanah dan hak orang lain.

Selain itu, Islam melarang sikap berlebih-lebihan dan pamer (riya’). Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan” (QS. Al-Isra: 26–27). Memamerkan liburan mahal di media sosial, apalagi dalam kondisi memiliki utang, tidak hanya berpotensi menzalimi pihak pemberi utang, tetapi juga menumbuhkan penyakit hati seperti sombong dan cinta dunia.

Rasulullah ﷺ juga mencontohkan hidup sederhana dan mendahulukan kewajiban daripada kesenangan. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Nabi ﷺ bersabda, “Cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” Utang adalah tanggungan yang wajib diselesaikan. Oleh karena itu, seorang muslim seharusnya menahan diri dari pamer kemewahan, fokus melunasi utang, dan mengelola harta sesuai prinsip takwa agar hidupnya lebih berkah dan diridhai Allah SWT.