• KEISLAMAN

Jangan Wariskan Keburukan kepada Anak, Ini Peringatan Keras dalam Islam

Yahya Sukamdani | Jum'at, 02/01/2026
Jangan Wariskan Keburukan kepada Anak, Ini Peringatan Keras dalam Islam Ilustrasi anak kecil diajarkan menutup aurat sejak kecil (Foto: Screenshoot Youtube)

Terasmuslim.com - Islam menegaskan bahwa anak adalah amanah besar dari Allah SWT, bukan sekadar penerus keturunan. Setiap orang tua bertanggung jawab atas nilai, akhlak, dan keimanan yang diwariskan kepada anak-anaknya. Allah SWT berfirman, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.” (QS. An-Nisa: 9). Ayat ini menjadi peringatan agar orang tua tidak mewariskan kelemahan iman, akhlak buruk, dan kebiasaan dosa kepada generasi berikutnya.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa perilaku orang tua sangat berpengaruh terhadap karakter anak. Beliau bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa keburukan akhlak, ucapan, dan perbuatan orang tua dapat menjadi warisan tak terlihat yang membentuk masa depan anak, baik menuju kebaikan maupun keburukan.

Al-Qur’an juga melarang orang tua menjerumuskan diri dan keluarganya ke dalam kebinasaan. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6). Mewariskan keburukan seperti kebiasaan lalai shalat, berkata kasar, atau mencari nafkah dari jalan haram—bukan hanya mencelakakan anak di dunia, tetapi juga menjadi sebab dosa yang terus mengalir bagi orang tua.

Sebaliknya, Islam mendorong agar orang tua mewariskan keteladanan yang baik. Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara… anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa mendidik anak dengan akhlak dan iman adalah investasi akhirat. Dengan memperbaiki diri, menjaga lisan dan perbuatan, serta menanamkan nilai Islam sejak dini, orang tua telah memutus mata rantai keburukan dan menggantinya dengan warisan kebaikan yang abadi.