• KEISLAMAN

Ragu Saat Akan Bertindak, Pertanda Apa Menurut Islam?

Yahya Sukamdani | Jum'at, 02/01/2026
Ragu Saat Akan Bertindak, Pertanda Apa Menurut Islam? Ilustrasi foto ragu - ragu

Terasmuslim.com - Dalam Islam, keragu-raguan ketika hendak melakukan sesuatu bisa memiliki makna yang berbeda, tergantung sebab dan kondisi hati seseorang. Keraguan bisa menjadi tanda kehati-hatian yang terpuji, namun bisa pula berasal dari bisikan setan yang melemahkan tekad. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya setan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah…” (QS. Al-Ma’idah: 91). Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu cara setan melemahkan iman adalah dengan menanamkan keraguan dan kebimbangan.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa keraguan sering muncul ketika sesuatu belum jelas hukumnya atau bercampur antara halal dan haram. Beliau bersabda, “Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam kondisi ini, keraguan justru menjadi tanda iman, karena hati seorang Muslim enggan terjerumus ke dalam perkara yang meragukan dan berpotensi mendatangkan dosa.

Namun, Islam juga memperingatkan agar keraguan tidak berubah menjadi was-was yang berlebihan. Allah SWT berfirman, “Dan jika kamu ditimpa was-was dari setan, maka berlindunglah kepada Allah.” (QS. Al-A’raf: 200). Keraguan yang terus-menerus tanpa sebab yang jelas dapat melemahkan amal, menunda kebaikan, bahkan membuat seseorang meninggalkan kewajiban. Dalam hal ini, Islam mengajarkan untuk memperkuat keyakinan dengan ilmu, doa, dan tawakal kepada Allah.

Sebagai solusi, Rasulullah ﷺ mengajarkan prinsip ketenangan hati dalam mengambil keputusan. Beliau bersabda, “Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan hati merasa tenteram dengannya, sedangkan dosa adalah sesuatu yang membuat jiwa gelisah.” (HR. Ahmad). Dengan memperbanyak istikharah, musyawarah, dan doa, keraguan akan berubah menjadi keyakinan. Islam mengajarkan bahwa hati yang dekat dengan Allah akan lebih mudah membedakan antara kehati-hatian yang benar dan keraguan yang melemahkan iman.