Ilustrasi - Tahun Baru (Foto: Pexels/Iuliia Pilipeichenko)
Jakarta, Terasmuslim.com - Menjelang malam pergantian tahun, salah satu tradisi yang kerap terlihat adalah meniup terompet. Bagi sebagian masyarakat, terompet menjadi simbol kemeriahan. Namun, pertanyaan kerap muncul di kalangan umat Islam: bolehkah meniup terompet pada malam Tahun Baru?
Sejumlah ulama dan lembaga keagamaan menjelaskan bahwa hukum meniup terompet pada dasarnya bergantung pada niat, bentuk perayaan, dan dampaknya.
Meniup terompet sebagai hiburan semata, tanpa disertai perbuatan maksiat atau sikap berlebihan, tidak secara khusus disebutkan sebagai perbuatan yang diharamkan. Namun, sebagian ulama mengingatkan agar umat Islam tidak menjadikan perayaan Tahun Baru sebagai ajang ikut-ikutan budaya yang tidak membawa manfaat.
Beberapa ulama menilai, meniup terompet bisa menjadi makruh jika dilakukan dalam suasana pesta yang mengarah pada hura-hura, pemborosan, atau mengganggu orang lain.
Islam menekankan sikap sederhana dan menjauhi pemborosan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an yang mengingatkan agar tidak berlebihan dalam membelanjakan harta.
Di sisi lain, ada pandangan yang lebih berhati-hati. Sebagian dai menilai bahwa perayaan Tahun Baru sering diiringi hal-hal yang tidak sesuai nilai Islam, seperti pesta minuman keras, campur baur tanpa batas, serta melalaikan ibadah. Karena itu, umat Islam diimbau untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan positif, seperti zikir, doa, berkumpul bersama keluarga, atau melakukan refleksi diri.
Praktisi keagamaan juga menegaskan, yang lebih penting adalah menghindari sikap tasyabbuh, yakni menyerupai tradisi yang bertentangan dengan keyakinan, jika hal itu sampai mengubah makna ibadah dan identitas keislaman.
Namun dalam konteks sosial, selama terompet hanya menjadi bagian dari hiburan yang tidak melalaikan kewajiban, para ulama tetap memberikan ruang ijtihad.
Pengamat sosial keagamaan menyebut, perbedaan pendapat di kalangan ulama adalah hal wajar. Umat diharapkan bijak menyikapi, tidak saling menyalahkan, dan menjadikan pergantian tahun sebagai momentum memperbaiki diri.