• KEISLAMAN

Terjerat Budaya Hedonisme, Ancaman Nyata bagi Akhlak dan Keimanan Umat Islam

Yahya Sukamdani | Kamis, 25/12/2025
Terjerat Budaya Hedonisme, Ancaman Nyata bagi Akhlak dan Keimanan Umat Islam Ilustrasi foto dunia yang melalaikan

Terasmuslim.com - Budaya hedonisme adalah pola hidup yang menjadikan kesenangan duniawi sebagai tujuan utama, tanpa mempertimbangkan halal-haram dan dampak akhirat. Dalam Islam, sikap ini sangat berbahaya karena dapat melalaikan manusia dari tujuan penciptaannya, yaitu beribadah kepada Allah. Allah berfirman: “Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan permainan dan senda gurau. Dan sungguh kampung akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-‘Ankabut: 64). Ayat ini menegaskan bahwa dunia bukan tujuan akhir, melainkan sarana menuju akhirat.

Hedonisme juga mendorong sikap berlebih-lebihan (israf) dan cinta dunia secara berlebihan. Padahal Allah secara tegas melarang pemborosan: “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra: 27). Gaya hidup konsumtif yang hanya mengejar gengsi dan kenikmatan sesaat dapat menyeret seseorang pada kelalaian, bahkan dosa, karena hawa nafsu menjadi pengendali utama, bukan iman dan takwa.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahaya cinta dunia yang berlebihan. Dalam sebuah hadits beliau bersabda: “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kemewahan, melainkan pada hati yang qana’ah dan ridha terhadap ketentuan Allah. Hedonisme justru menumbuhkan sifat tamak, tidak pernah puas, dan jauh dari rasa syukur.

Islam menawarkan jalan tengah melalui sikap zuhud dan hidup sederhana tanpa mengharamkan kenikmatan yang halal. Allah berfirman: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77). Ayat ini menegaskan keseimbangan: menikmati dunia secukupnya, namun menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Dengan iman yang kuat, umat Islam dapat terhindar dari jeratan hedonisme dan menjaga akhlak di tengah arus gaya hidup modern.