• KEISLAMAN

Perayaan Sesuai Syariat Islam, Kembali pada Dua Hari Raya yang Ditetapkan Allah

Yahya Sukamdani | Jum'at, 12/12/2025
Perayaan Sesuai Syariat Islam, Kembali pada Dua Hari Raya yang Ditetapkan Allah ilustrasi foto idul fitri dan idul adha

Terasmuslim.com - Islam adalah agama yang telah Allah sempurnakan dan tidak membutuhkan tambahan bentuk perayaan lain di luar yang ditetapkan syariat. Allah berfirman: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu…” (QS. Al-Ma’idah: 3). Ini menunjukkan bahwa setiap bentuk ibadah, termasuk perayaan, harus memiliki dasar dari Al-Qur’an atau sunnah. Umat Islam diperintahkan untuk mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ dan tidak membuat perayaan baru yang tidak berasal dari ajaran Islam (bid’ah).

Rasulullah ﷺ telah menegaskan bahwa umat Islam hanya memiliki dua hari raya utama yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, ketika Rasulullah ﷺ melihat kaum Anshar memiliki dua hari untuk bermain dan merayakan sesuatu di masa jahiliyah, beliau bersabda: “Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari raya yang lebih baik dari itu: Idul Fitri dan Idul Adha.” Ini menjadi dalil tegas bahwa syariat tidak mengakui perayaan tahunan selain dua hari raya tersebut.

Selain itu, Islam juga mensyariatkan beberapa momen ibadah yang bernuansa perayaan ibadah, seperti hari-hari tasyriq, hari Arafah (bagi yang tidak berhaji), serta malam-malam Ramadan yang penuh keberkahan. Namun semua itu bukan “perayaan duniawi”, tetapi bentuk ibadah khusus yang memiliki ketentuan, adab, dan tata cara yang jelas dari syariat. Umat Islam dianjurkan memuliakan hari-hari tersebut dengan doa, zikir, shalat sunnah, sedekah, dan ibadah lainnya.

Dengan demikian, perayaan yang sesuai syariat adalah perayaan yang memiliki dalil, tidak menyerupai tradisi agama lain, dan tetap berada dalam batasan ibadah yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Allah berfirman: “Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7). Mengikuti syariat dalam perayaan bukan hanya menjaga kemurnian akidah, tetapi juga menjaga identitas umat Islam agar tetap berada di atas jalan yang lurus.