Jabal Rahmah atau bukit cinta dan kasih sayang (Foto: Babawimulia)
Jakarta, Terasmuslim.com - Sa`i adalah salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji dan umrah, di mana jamaah berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Meski terlihat sederhana, ritual ini menyimpan makna sejarah dan spiritual yang dalam. Ia bukan sekadar gerakan fisik, tetapi perenungan tentang perjuangan, keteguhan hati, dan pertolongan Allah dalam kehidupan.
Sa`i berasal dari kisah Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang ditinggalkan bersama bayinya, Ismail, di lembah Makkah. Ketika kehausan melanda dan tidak ada air, Hajar berlari antara Shafa dan Marwah mencari pertolongan. Putus asa tidak membuatnya berhenti—sampai Allah memancarkan air Zamzam dari bawah kaki Ismail.
Ritual Sa`i menjadi penghormatan atas ikhtiar seorang ibu yang tidak menyerah meski secara manusiawi tak terlihat jalan keluar.
Sa`i mengajarkan bahwa doa tanpa usaha adalah pincang. Seorang Muslim diminta bergerak, bukan menunggu keajaiban pasif. Setiap langkah antara dua bukit itu menggambarkan perjalanan batin: harapan, kecemasan, dan tawakal yang saling berkelindan.
Sa’i adalah latihan jiwa, bahwa pertolongan Allah datang setelah usaha maksimal dilakukan.
Hajar berlari tujuh kali, dan jamaah mengulanginya. Angka ini melambangkan ritme hidup: naik turun, berulang, dan terkadang melelahkan. Namun, rute itu berakhir bukan dengan kekosongan, melainkan keajaiban Zamzam, pelajaran bahwa Allah hadir di luar batas logika manusia.
Sa`i dilakukan oleh semua jamaah tanpa membedakan status sosial, gender, maupun usia. Di ruang ini, setiap manusia sama: seorang peziarah di hadapan Tuhannya. Ini melatih kerendahan hati dan kepasrahan, serta mengingatkan bahwa kehidupan adalah perjalanan yang ditempuh bersama jutaan orang dengan tujuan yang sama.
Sa’i menunjukkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Hajar berbuat semaksimal mungkin, lalu ketika semua tampak buntu, Allah menjawabnya dengan cara yang tak terduga.
Sa’i mengabadikan pesan optimisme: jangan berhenti di tengah perjalanan meskipun belum melihat hasilnya.