• KEISLAMAN

Berbuat Baik pada Sesama, Kelak Menjadi Saksi Mulia di Hari Kematian

Yahya Sukamdani | Jum'at, 05/12/2025
Berbuat Baik pada Sesama, Kelak Menjadi Saksi Mulia di Hari Kematian Ilustrasi berbuat baik

terasmuslim.com - Islam menegaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seorang hamba tidak akan hilang begitu saja, melainkan akan kembali kepada dirinya dalam bentuk pahala dan kesaksian yang menguntungkan di akhirat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun akan melihat (balasannya)” (QS. Az-Zalzalah: 7). Ayat ini menegaskan bahwa kebaikan kepada sesama akan tercatat dan akan menjadi saksi yang menyelamatkan ketika kelak seseorang menghadapi hari perhitungan.

Rasulullah SAW juga mengaitkan kebaikan kepada sesama dengan keberuntungan seorang muslim di akhirat. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan, “Tidak berkurang harta karena sedekah, dan Allah akan menambah kemuliaan bagi hamba yang memaafkan.” Kebaikan yang dilakukan kepada manusia, mulai dari membantu, memaafkan, hingga memberi manfaat, akan menciptakan kesan baik yang dapat menjadi syafaat sosial—yaitu kesaksian orang-orang yang merasakan manfaat dari amal tersebut ketika seorang hamba dipanggil menghadap Allah.

Kesaksian manusia tentang kebaikan seseorang memiliki kedudukan khusus. Dalam hadis sahih riwayat Bukhari, saat ada jenazah yang lewat dan para sahabat memujinya, Rasulullah SAW bersabda, “Wajib.” Ketika sahabat bertanya apa maksudnya, beliau menjelaskan bahwa kesaksian orang-orang mukmin adalah penentu baik buruknya seseorang di sisi Allah. Artinya, orang yang berbuat baik sepanjang hidupnya akan mendapatkan persaksian positif dari masyarakat, yang kelak menjadi penolong baginya.

Karena itu, berbuat baik kepada sesama bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga investasi akhirat. Perlakuan yang hangat, akhlak yang lembut, serta bantuan yang kita berikan kepada manusia dapat menjadi saksi terbaik ketika kita meninggalkan dunia. Semakin banyak kebaikan yang ditanam, semakin besar pula peluang mendapatkan persaksian yang mengangkat derajat di hadapan Allah SWT. Kebaikan tidak pernah sia-sia, dan ia akan kembali dalam bentuk kemuliaan saat seorang hamba menghadap Rabb-nya.