• KEISLAMAN

Tuntunan Rasulullah dalam Berpakaian yang Patut Diteladani

Yahya Sukamdani | Senin, 17/11/2025
Tuntunan Rasulullah dalam Berpakaian yang Patut Diteladani Ilustrasi pakaian rapi dan bersih

Terasmuslim.com - Islam memberikan perhatian besar terhadap adab berpakaian karena pakaian tidak hanya menutup aurat, tetapi juga mencerminkan pribadi seorang Muslim. Allah berfirman, “Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan sebagai perhiasan” (QS. Al-A’raf: 26). Ayat ini menegaskan dua fungsi utama pakaian: menutup aurat dan tampil layak tanpa berlebihan. Prinsip ini sejalan dengan gaya hidup Rasulullah ﷺ yang selalu menekankan kebersihan, kesopanan, dan kesederhanaan dalam berpakaian.

Rasulullah ﷺ senang mengenakan pakaian yang bersih, rapi, dan sesuai kemampuan. Beliau kerap memakai gamis, kain sarung, dan pakaian sederhana lainnya yang tidak berlebihan. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim). Keindahan yang dimaksud bukanlah kemewahan berlebihan, melainkan kerapian, kebersihan, dan kesesuaian dengan syariat. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara tampilan yang layak dan sikap rendah hati.

Sunnah yang diajarkan Rasulullah juga mencakup adab kecil namun bermakna, seperti memulai memakai pakaian dari bagian kanan, mendoakan kebaikan saat mengenakan pakaian baru, serta menghindari pakaian yang menyerupai lawan jenis. Dalam hadits, beliau melarang laki-laki memakai sutra dan emas karena itu merupakan perhiasan bagi perempuan (HR. Abu Dawud). Tuntunan ini bertujuan menjaga kehormatan diri dan identitas seorang Muslim. Selain itu, pakaian tidak boleh menyerupai orang fasik atau musuh Islam dalam hal yang mencirikan identitas ibadah mereka.

Rasulullah ﷺ juga melarang pakaian yang memperlihatkan kesombongan. Beliau bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi” (HR. Muslim), dalam konteks larangan memanjangkan pakaian melebihi mata kaki karena kesombongan. Pesan ini menunjukkan bahwa pakaian tidak hanya soal bentuk, tetapi juga terkait kebersihan hati. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah dalam berpakaian sederhana, bersih, sopan, tidak meniru kemaksiatan, dan bebas dari riya seorang Muslim dapat menjaga kehormatan diri sekaligus memperoleh keberkahan dalam kehidupannya.