Ilustrasi - seorang ayah yang sedang mengajari anaknya mengaji (Foto: yadim)
Jakarta, Terasmuslim.com - Hari ini kita memperingati Hari Ayah, sebuah momen yang istimewa untuk mengenang dan menghormati peran besar seorang ayah dalam kehidupan keluarga.
Dalam pandangan Islam, ayah bukan sekadar kepala rumah tangga yang bertanggung jawab dalam urusan duniawi, tetapi juga merupakan pemimpin spiritual yang memiliki amanah besar di hadapan Allah SWT.
Islam memandang ayah sebagai pemimpin dan pelindung keluarganya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menegaskan tanggung jawab besar seorang ayah. Ia tidak hanya diwajibkan memberi nafkah secara materi, tetapi juga memikul tugas untuk menjaga keluarganya dari kebinasaan spiritual, dengan membimbing mereka menuju ketaatan kepada Allah SWT.
Seorang ayah juga dituntut untuk menjadi teladan dalam akhlak, ibadah, dan kehidupan sehari-hari. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar. Maka seorang ayah harus menjadi cerminan nilai-nilai Islam dalam rumah tangganya.
Hal ini tercermin dalam nasihat Luqman kepada anaknya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
"Wahai anakku, dirikanlah shalat, suruhlah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf, dan cegahlah (mereka) dari yang munkar, serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah." (QS. Luqman: 17)
Dari ayat ini, tampak jelas bahwa seorang ayah bukan hanya mendidik dengan kata-kata, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran, ketaatan, dan tanggung jawab dalam diri anak-anaknya.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mempertegas amanah besar yang diemban oleh seorang ayah. Ia bukan hanya bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga di dunia, tetapi juga kelak di akhirat akan ditanya oleh Allah SWT mengenai bagaimana ia menunaikan tanggung jawab tersebut.
Islam menekankan pentingnya kasih sayang seorang ayah terhadap anak-anaknya. Nabi Muhammad SAW sendiri dikenal sebagai sosok yang penuh kasih kepada anak dan cucunya.
Dalam riwayat disebutkan bahwa beliau mencium Hasan dan Husain, lalu ada sahabat yang berkata, “Aku memiliki sepuluh anak, namun tidak pernah mencium satu pun dari mereka.” Maka Rasulullah SAW menjawab:
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
"Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa kelembutan dan kasih sayang bukanlah tanda kelemahan bagi seorang ayah, melainkan bagian dari kekuatan moral dan keimanan yang sejati.
Memperingati Hari Ayah bukan sekadar memberi ucapan atau hadiah, melainkan momen untuk merenungkan kembali betapa besar peran seorang ayah dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anaknya. Ayah adalah penjaga nilai-nilai keimanan, pelindung keluarga, dan pemandu menuju jalan yang diridhai Allah.
Bagi seorang anak, hari ini menjadi waktu terbaik untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan mendoakan ayah, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.
Adapun bagi para ayah, momen ini bisa dijadikan sebagai waktu untuk bermuhasabah, sudahkah kita menjadi pemimpin yang adil, lembut, dan bertanggung jawab sebagaimana yang diajarkan Islam?
Hari Ayah dalam pandangan Islam adalah pengingat akan amanah besar seorang laki-laki dalam keluarga. Ia bukan sekadar pencari nafkah, tetapi penjaga iman, teladan moral, dan sumber kasih sayang.
Semoga setiap ayah diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk terus menunaikan tugasnya dengan penuh keikhlasan dan cinta. Dan semoga kita semua menjadi anak-anak yang senantiasa mendoakan dan menghormati ayah kita dengan doa terbaik:
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
"Ya Tuhanku, sayangilah mereka (kedua orang tua) sebagaimana mereka telah mendidikku ketika aku kecil." (QS. Al-Isra’: 24)