• KISAH

Talhah bin Ubaidillah, Sahabat Dermawan dan Pelindung Nabi SAW

Yahya Sukamdani | Selasa, 11/11/2025
Talhah bin Ubaidillah, Sahabat Dermawan dan Pelindung Nabi SAW Ilustrasi sahabat Rasulullah (Foto:sindonews)

Terasmuslim.com - Talhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga (Asyrah Mubasyyarin bil Jannah). Ia termasuk orang pertama yang masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sejak awal, Talhah menunjukkan keteguhan iman dan kesetiaan luar biasa kepada Rasulullah ﷺ. Dalam Al-Qur’an, Allah memuji para sahabat yang berjuang di jalan-Nya: “Dan orang-orang yang beriman, berhijrah, serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya, mereka itu lebih tinggi derajatnya di sisi Allah.” (QS. At-Taubah: 20). Ayat ini menggambarkan keutamaan orang seperti Talhah.

Salah satu peristiwa besar yang menonjolkan keberanian Talhah adalah Perang Uhud. Saat pasukan Muslim terpukul mundur, Talhah tetap bertahan di sisi Rasulullah ﷺ, melindungi beliau dari serangan musuh. Dalam riwayat disebutkan bahwa tangannya terluka parah karena menahan pedang dan panah yang diarahkan kepada Nabi ﷺ. Rasulullah bahkan bersabda, “Barang siapa ingin melihat seorang syahid yang masih hidup, maka lihatlah Talhah bin Ubaidillah.” (HR. Tirmidzi). Keberaniannya membuatnya dijuluki “Talhah sang Pelindung Rasulullah.”

Selain keberanian, Talhah juga dikenal sebagai sahabat yang sangat dermawan. Ia sering menginfakkan hartanya di jalan Allah tanpa perhitungan. Dalam satu riwayat, ia pernah membagikan seluruh keuntungan dagangnya kepada kaum miskin Madinah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang yang saleh.” (HR. Ahmad). Talhah adalah contoh nyata dari sabda ini — kaya namun tidak terikat oleh dunia, karena hatinya tertambat kepada akhirat.

Talhah wafat dalam peristiwa Perang Jamal, dan para sahabat meneteskan air mata mengenang sosoknya yang penuh keikhlasan. Ia meninggalkan warisan keteladanan bagi umat Islam tentang keberanian, kedermawanan, dan loyalitas terhadap Rasulullah ﷺ. Kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa kemuliaan tidak diukur dari jabatan atau harta, melainkan dari pengorbanan di jalan Allah dan ketulusan hati dalam membela kebenaran.