• KISAH

Haji Wada, Saat Turunnya Ayat Terakhir Al-Qur`an

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 05/11/2025
Haji Wada, Saat Turunnya Ayat Terakhir Al-Qur`an Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Jakarta, Terasmuslim.com - Salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan dakwah Islam adalah turunnya ayat terakhir kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini terjadi ketika beliau menunaikan Haji Wada, yaitu haji perpisahan yang menjadi momen terakhir beliau bersama umatnya di tanah suci.

Ayat yang dimaksud terdapat dalam Surah Al-Ma’idah ayat 3, yang turun pada 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah.

Ayat ini menandai penyempurnaan agama Islam dan menjadi tanda bahwa tugas kenabian telah sempurna dijalankan oleh Rasulullah SAW.

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma`idah ayat 3 berbunyi:

ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Ma`idah: 3)

Ayat ini turun ketika Rasulullah SAW sedang berdiri di padang Arafah, di tengah jutaan jamaah haji yang mengikuti bimbingannya dalam pelaksanaan Haji Wada.

Turunnya ayat ini memiliki makna yang sangat mendalam. Allah SWT menyatakan bahwa agama Islam telah sempurna, seluruh syariat dan hukum telah disampaikan, dan umat Islam kini memiliki pedoman hidup yang utuh.

Penyempurnaan agama yang dimaksud meliputi seluruh aspek kehidupan: ibadah, muamalah, akhlak, dan hukum sosial. Islam diturunkan bukan hanya sebagai keyakinan, tetapi sebagai sistem hidup yang lengkap dan sempurna.

Ulama menyebut bahwa ayat ini juga menandakan selesainya misi kerasulan Nabi Muhammad SAW. Tidak lama setelah ayat ini turun, beliau berpulang ke rahmatullah pada bulan Rabiul Awal tahun 11 Hijriah.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Umar bin Khattab RA menangis saat ayat ini turun. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab bahwa penyempurnaan agama berarti tugas Nabi SAW telah berakhir, dan hal itu menjadi pertanda bahwa ajal beliau semakin dekat.

Turunnya ayat ini membuat banyak sahabat terharu. Mereka menyadari bahwa ini bukan hanya kabar gembira, tetapi juga isyarat perpisahan. Haji Wada pun dikenal sebagai haji terakhir Nabi Muhammad SAW, di mana beliau menyampaikan khutbah monumental yang sarat dengan pesan kemanusiaan dan keadilan.

Turunnya ayat terakhir ini menjadi titik puncak dalam sejarah Islam. Sejak saat itu, seluruh rukun dan syariat telah sempurna. Umat Islam tidak lagi membutuhkan wahyu baru karena Al-Qur’an telah menjadi pedoman hidup yang komprehensif.

Peristiwa ini juga menandai momen spiritual tertinggi dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, ketika beliau menyampaikan risalah Islam secara paripurna kepada umat manusia.

Ayat terakhir yang diturunkan di Haji Wada bukan hanya penutup wahyu, tetapi juga simbol kesempurnaan risalah Islam. Melalui ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan diridai, menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Peristiwa ini mengajarkan umat Islam untuk selalu bersyukur atas nikmat agama yang telah sempurna, menjaga nilai-nilainya, serta meneruskan perjuangan Rasulullah SAW dengan penuh keimanan dan tanggung jawab moral.