Ilustrasi lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Terasmuslim.com - Mengucapkan dua kalimat syahadat berarti seseorang telah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya. Konsekuensi dari pengakuan ini tidak berhenti pada ucapan semata, tetapi harus dibuktikan dengan amal yang sesuai ajaran Rasulullah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 21, “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...” Ayat ini menegaskan bahwa seluruh bentuk ibadah seorang muslim harus mengikuti tuntunan Nabi, karena beliau adalah contoh terbaik dalam menjalankan perintah Allah.
Ibadah tanpa mengikuti tuntunan Rasulullah tidak akan diterima oleh Allah SWT. Nabi SAW bersabda, “Barang siapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi dasar penting bahwa setiap amal harus sesuai dengan syariat, bukan hanya berdasarkan niat baik. Maka, orang yang telah bersyahadat wajib mempelajari bagaimana Nabi beribadah dari cara shalat, puasa, hingga adab berzikir agar tidak terjerumus dalam perbuatan bid’ah yang menyesatkan.
Selain itu, mengikuti sunnah Nabi juga menjadi bentuk cinta sejati kepada beliau. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 31, “Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu.” Ayat ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada Rasul adalah jalan menuju kasih sayang Allah. Dengan demikian, konsekuensi syahadat menuntut kesetiaan dalam mengikuti sunnah, baik dalam ibadah maupun akhlak.