Ilustrasi kisah inspiratif Arwa binti Abdul Muthalib dalam membela Rasulullah SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam lembar sejarah Islam, nama Arwa binti Abdul Muthalib mungkin tak sepopuler nama-nama sahabat besar lainnya.
Namun, di balik kesederhanaannya, ia menyimpan kisah keteguhan iman, kecerdasan, dan keberanian luar biasa. Arwa adalah bibi Rasulullah SAW, saudari kandung dari Abu Thalib, Hamzah bin Abdul Muthalib, dan Abbas bin Abdul Muthalib. Ia termasuk di antara perempuan pertama yang memeluk Islam dan menjadi salah satu pendakwah awal yang menyeru kaum wanita untuk beriman kepada Allah SWT.
Arwa lahir dari keluarga terhormat Quraisy, keturunan langsung dari Bani Hasyim. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi kehormatan, kejujuran, dan keberanian, nilai-nilai yang kelak semakin menguat ketika ia mengenal Islam melalui keponakannya, Muhammad SAW.
Ketika Rasulullah mulai menyampaikan risalah tauhid, banyak anggota keluarga Quraisy menentangnya. Namun Arwa justru menjadi salah satu anggota keluarga yang membela Nabi secara terang-terangan. Ia tidak gentar menghadapi tekanan sosial, ejekan, bahkan ancaman yang datang dari kaumnya sendiri.
Dalam catatan para ahli sejarah seperti Ibn Sa’d dalam Thabaqat al-Kubra, disebutkan bahwa Arwa binti Abdul Muthalib termasuk perempuan yang pertama kali membenarkan kerasulan Nabi Muhammad SAW, bahkan sebelum dakwah Islam berkembang luas di Mekah. Ia mengikrarkan syahadat dengan keyakinan penuh dan menjadi salah satu perempuan dai pertama di kalangan Quraisy.
Sebagai bibi Nabi, Arwa memiliki kedekatan emosional yang mendalam dengan beliau. Ketika kaum Quraisy menindas dan menghina Rasulullah, Arwa tidak tinggal diam. Ia dikenal sebagai pembela yang lantang, sering menegur orang-orang yang mencemooh keponakannya.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Arwa pernah berpidato di hadapan para wanita Quraisy, menyeru mereka untuk menghentikan ejekan terhadap Muhammad dan mendengarkan risalah yang dibawanya. Ia berkata dengan suara tegas, “Demi Allah, Muhammad tidak pernah berdusta. Ia adalah orang yang paling jujur di antara kita. Barang siapa menentangnya, maka sesungguhnya ia menentang kebenaran.”
Keberanian Arwa ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran besar dalam mempertahankan dan menyebarkan Islam sejak masa-masa awal dakwah. Ia bukan hanya pembela dalam kata, tetapi juga penggerak moral bagi kaum wanita di sekitarnya.
Selain dikenal berani, Arwa juga merupakan sosok yang sangat cerdas dan fasih berbicara. Ia memiliki kemampuan berpuisi dan sering menggunakan syair sebagai media dakwah untuk menasihati dan menguatkan kaum Muslimin. Dalam bait-bait puisinya, ia memuji Rasulullah SAW dan menyeru manusia agar beriman kepada Allah.
Dalam satu riwayat, ia berkata melalui syairnya:
“Kami telah menemukan cahaya dari Allah, benderang di tengah kegelapan,
dan Muhammad adalah petunjuk bagi siapa pun yang mau berpikir dan beriman.”
Arwa juga dikenal sebagai perempuan yang rajin beribadah, gemar berpuasa dan berdzikir. Ia menanamkan nilai-nilai keimanan kepada generasi setelahnya, termasuk kepada anak-anak dan kerabatnya, agar tetap istiqamah dalam Islam.
Kehidupan di Madinah dan Keteladanan
Setelah hijrah Rasulullah SAW ke Madinah, Arwa turut mendukung perjuangan beliau dengan doa dan semangatnya. Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, tidak tertarik pada kemewahan dunia, dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk memperdalam ilmu agama serta mendidik kaum wanita.
Arwa wafat di Madinah dalam usia lanjut. Meskipun tidak tercatat sebagai pejuang di medan perang, perannya dalam melindungi, membimbing, dan menyebarkan Islam melalui lisan dan keteladanan telah mengukir nama besar dalam sejarah dakwah Islam.
Kisah Arwa binti Abdul Muthalib menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam perjuangan Islam, baik melalui keteguhan iman, kecerdasan, maupun dakwah dengan kata dan perbuatan. Ia bukan hanya bibi Nabi, tetapi juga pelindung, pembela, dan pendakwah yang menyeru umat kepada kebenaran tanpa rasa takut.
Di zaman modern, semangat Arwa menjadi inspirasi bagi kaum Muslimah untuk terus berjuang menjaga nilai-nilai Islam dengan kelembutan dan keberanian. Seperti Arwa, setiap Muslimah memiliki potensi menjadi dai di lingkungannya, menyebarkan kebaikan, menegakkan kebenaran, dan menjaga cahaya Islam agar terus bersinar.