Ilustrasi wanita sedang shalat
Terasmuslim.com - Rasulullah ﷺ bersabda, “Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika kamu mencoba meluruskannya, kamu akan mematahkannya; dan jika kamu biarkan, ia akan tetap bengkok.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini sering disalahpahami seolah-olah merendahkan wanita, padahal maknanya justru penuh hikmah: wanita memiliki sifat lembut, sensitif, dan perlu diperlakukan dengan kasih sayang.
Dalam pandangan Islam, penciptaan wanita dari tulang rusuk Nabi Adam bukan menunjukkan rendahnya derajat, melainkan menandakan kedekatan dan kesetaraan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri (Adam), dan dari padanya Allah menciptakan istrinya (Hawa).” (QS. An-Nisa: 1). Ayat ini menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan berasal dari satu asal, sama-sama makhluk mulia di sisi Allah.
Makna “bengkok” dalam hadits bukan berarti cacat, melainkan perumpamaan bagi sifat alami wanita yang penuh kelembutan, perasaan, dan kasih. Bila dipaksa mengikuti logika dan ketegasan laki-laki, hubungan akan mudah retak. Oleh karena itu, Islam mengajarkan agar para suami bersikap sabar dan memahami karakter wanita sebagaimana sabda Nabi ﷺ, “Wanita itu seperti tulang rusuk, jika kamu berusaha meluruskannya dengan keras, maka kamu akan mematahkannya.” (HR. Muslim).
Dengan memahami makna ini, Islam menegakkan prinsip saling melengkapi antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dengan tanggung jawab dan kekuatannya, wanita dengan kelembutan dan kasihnya. Keduanya bukan untuk saling menguasai, tetapi untuk membangun harmoni dalam keluarga dan masyarakat. Maka, menghormati wanita berarti menjalankan sunnah Nabi dan menjaga keseimbangan ciptaan Allah.