• KEISLAMAN

Tidak Akan Hasad Jika Paham Apa Itu Rezeki dalam Pandangan Islam

Yahya Sukamdani | Kamis, 30/10/2025
Tidak Akan Hasad Jika Paham Apa Itu Rezeki dalam Pandangan Islam Ilustrasi foto bersyukur atas rezeki

Terasmuslim.com - Hasad atau iri hati sering muncul karena seseorang tidak memahami hakikat rezeki yang sesungguhnya. Dalam Islam, rezeki bukan hanya berupa harta, tetapi mencakup kesehatan, ketenangan, keluarga, ilmu, dan keimanan. Allah SWT telah menegaskan bahwa setiap makhluk telah ditetapkan rezekinya. “Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6). Ayat ini menegaskan bahwa pembagian rezeki berada sepenuhnya di tangan Allah, dan manusia tidak perlu iri terhadap apa yang dimiliki orang lain.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa rezeki sudah tertulis bahkan sebelum manusia dilahirkan. Dalam hadis sahih disebutkan: “Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari... kemudian diutus malaikat meniupkan ruh dan diperintahkan menulis empat perkara: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pemahaman ini seharusnya membuat seorang muslim tenang dan tidak iri, sebab apa yang menjadi jatahnya tidak akan pernah salah alamat.

Banyak orang salah memahami rezeki hanya dari sisi materi, padahal kadang Allah memberi rezeki dalam bentuk yang tak terlihat, seperti kesempatan berbuat baik, keluarga yang harmonis, atau doa dari orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka, jika seseorang memahami bahwa rezeki datang dalam berbagai bentuk dan sesuai kebutuhan hidupnya, rasa hasad pun akan sirna, digantikan oleh rasa syukur dan qana’ah (merasa cukup).

Dengan memahami hakikat rezeki, seorang muslim akan yakin bahwa Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana dalam membaginya. Tidak ada yang perlu disesali atau dibandingkan, sebab setiap rezeki membawa ujian dan tanggung jawab masing-masing. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Isra: 30). Maka, pahamilah bahwa rezeki adalah ketetapan Allah yang penuh hikmah. Orang yang benar-benar memahami hal ini tidak akan pernah hasad terhadap saudaranya, karena hatinya telah dipenuhi keyakinan dan syukur.