IIustrasi keluarga muslim
Terasmulim.com - Dalam Islam, keluarga sakinah merupakan tujuan utama dalam membangun rumah tangga, yakni kehidupan yang penuh ketenangan, kasih sayang, dan saling menghormati. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan dalam rumah tangga tidak lahir semata-mata dari hubungan lahiriah, melainkan dari kesadaran spiritual untuk saling mencintai karena Allah.
Suami memiliki kewajiban sebagai pemimpin keluarga yang bertanggung jawab atas nafkah lahir dan batin. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Suami dituntut untuk membimbing istri dan anak-anaknya dalam ketaatan kepada Allah, menafkahi mereka dengan rezeki yang halal, serta menjadi teladan dalam akhlak. Kewajiban ini bukan bentuk kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan kasih dan tanggung jawab.
Sementara itu, istri memiliki peran penting dalam menjaga kehormatan diri dan rumah tangga. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 34 bahwa istri yang salehah ialah yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada. Istri menjadi penyejuk hati suami, pendidik utama bagi anak-anak, dan penopang suasana spiritual di dalam rumah. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang bila engkau memandangnya engkau merasa senang, bila engkau perintah ia taat, dan bila engkau pergi ia menjaga diri dan hartamu” (HR. Muslim).
Keluarga sakinah terwujud ketika suami dan istri menjalankan hak serta kewajiban masing-masing dengan ikhlas dan saling menghormati. Sakinah bukan sekadar hasil dari cinta, melainkan buah dari kerja sama, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan demikian, rumah tangga menjadi tempat tumbuhnya rahmah (kasih sayang) dan mawaddah (cinta yang tulus), yang menjadi pondasi bagi masyarakat Islam yang kuat dan harmonis.