Ilustrasi suami istri bertengkar
Terasmuslim.com - Perselingkuhan adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah pernikahan yang suci. Dalam Islam, pernikahan merupakan ikatan yang sakral dan dijaga kehormatannya. Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” Ketika ketenangan dan kasih sayang ini hilang karena kelalaian salah satu pihak, pintu perselingkuhan pun mulai terbuka.
Salah satu faktor utama pemicu perselingkuhan adalah lemahnya iman dan kendali diri. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang pezina berzina ketika ia berzina dalam keadaan beriman.” (HR. Bukhari dan Muslim). Artinya, ketika iman melemah, seseorang mudah tergoda oleh syahwat dan bisikan setan. Kurangnya ibadah, jarang berdoa, dan tidak menjaga pandangan menjadi celah besar yang mengundang godaan.
Selain itu, kurangnya komunikasi dan perhatian dalam rumah tangga juga menjadi pemicu kuat. Ketika pasangan merasa diabaikan, tidak dihargai, atau kurang mendapatkan kasih sayang, mereka bisa mencari pelarian emosional di luar rumah. Padahal Islam menekankan pentingnya saling memahami dan menghargai pasangan. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.” Ini menunjukkan bahwa keharmonisan rumah tangga berawal dari sikap saling memuliakan.