• KEISLAMAN

Alasan Orang Kafir Hidupnya Penuh Kekayaan

Yahya Sukamdani | Minggu, 26/10/2025
Alasan Orang Kafir Hidupnya Penuh Kekayaan Ilustrasi khawatir rezeki haram

Terasmuslim.com - Banyak orang bertanya mengapa sebagian orang kafir hidup dalam kelimpahan harta dan kesuksesan duniawi, sementara orang beriman justru diuji dengan kesulitan. Al-Qur’an menjelaskan bahwa kekayaan yang dimiliki orang kafir bukan tanda kemuliaan, melainkan ujian dan istidraj (penundaan azab). Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mu’minun ayat 55–56: “Apakah mereka mengira bahwa dengan harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka berarti Kami menyegerakan kebaikan untuk mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” Ayat ini menegaskan bahwa harta melimpah bisa menjadi ujian yang menjerumuskan bila tidak disertai keimanan.

Rasulullah SAW juga menjelaskan dalam hadis riwayat Ahmad: “Apabila kamu melihat Allah memberi kenikmatan dunia kepada seseorang padahal ia bermaksiat kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj (penundaan azab).” Artinya, Allah memberikan kelapangan kepada orang kafir bukan karena cinta, tetapi agar mereka semakin jauh dari kesadaran dan akhirnya mendapat balasan yang lebih berat di akhirat. Kekayaan itu hanya tampak menyenangkan di dunia, namun hakikatnya menjadi ujian yang menipu.

Selain itu, Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan bukan ukuran kebahagiaan sejati. Allah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 55: “Janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengan itu di dunia dan agar nyawa mereka melayang dalam keadaan kafir.” Dunia hanyalah tempat ujian, sementara balasan sejati bagi orang beriman disediakan di akhirat dalam bentuk kebahagiaan abadi.

Dengan demikian, kekayaan orang kafir bukanlah tanda keberuntungan, melainkan ujian dan bentuk penundaan hukuman dari Allah SWT. Orang beriman tidak perlu iri terhadap harta duniawi, sebab yang lebih penting adalah keberkahan hidup dan keselamatan akhirat. Kekayaan yang tidak disertai iman hanyalah kesenangan yang menipu dan tidak bernilai di sisi Allah.