Ilustrasi seseorang sedang berdoa (Foto: Masjid Pogung Dalangan)
Terasmuslim.com - Doa adalah senjata seorang mukmin dan bentuk penghambaan tertinggi kepada Allah ﷻ. Namun, ada waktu-waktu tertentu yang sangat mustajab di mana doa lebih mudah dikabulkan. Allah ﷻ berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa mendengar setiap doa hamba-Nya, terlebih ketika doa itu dipanjatkan dengan penuh keikhlasan pada waktu-waktu yang dimuliakan.
Salah satu waktu paling mustajab adalah sepertiga malam terakhir, ketika manusia sedang tertidur lelap. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pada waktu inilah, hati dalam keadaan paling jernih dan komunikasi spiritual dengan Allah terasa sangat dekat.
Selain itu, waktu antara adzan dan iqamah, saat sujud dalam shalat, serta ketika hujan turun juga termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda: “Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” Sedangkan doa saat sujud disebut sebagai saat paling dekat antara hamba dan Rabb-nya, sebagaimana sabda beliau: “Perbanyaklah doa ketika sujud, karena itu saat paling dekat antara seorang hamba dan Tuhannya.” (HR. Muslim).
Adapun pada hari Jumat, terdapat satu waktu istimewa di mana doa tidak tertolak. Rasulullah ﷺ bersabda: “Pada hari Jumat ada satu waktu, jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti akan dikabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Karenanya, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa di hari Jumat, terutama setelah Ashar.