• KEISLAMAN

Adab Menguap dalam Islam

Yahya Sukamdani | Kamis, 23/10/2025
Adab Menguap dalam Islam Ilustrasi menguap dalam shalat

Terasmuslim.com - Menguap adalah hal yang wajar terjadi pada manusia, terutama ketika lelah atau mengantuk. Namun, Islam sebagai agama yang sempurna mengatur bahkan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, termasuk adab ketika menguap. Dalam pandangan Islam, menguap bukan sekadar refleks tubuh, tetapi juga memiliki nilai adab dan etika agar tidak menimbulkan kesan malas atau meniru sifat setan.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahan semampunya. Karena jika ia menguap sampai keluar suara ‘haa’, maka setan akan menertawakannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangannya, karena setan akan masuk.” (HR. Muslim)

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa menguap tidak disukai (makruh) karena menunjukkan keadaan malas dan kurang semangat, apalagi ketika dilakukan dalam ibadah seperti shalat atau majelis ilmu.

Adab Menguap Menurut Islam

  1. Menahan menguap sebisa mungkin.
    Rasulullah SAW memerintahkan agar menahan atau menutup mulut ketika menguap agar tidak terbuka lebar.
  2. Menutup mulut dengan tangan.
    • Gunakan tangan kanan jika tidak sedang shalat.
    • Gunakan tangan kiri bila dalam shalat, karena tangan kanan digunakan untuk amal baik.
  3. Tidak bersuara saat menguap.
    Dilarang mengeluarkan suara seperti “haa” karena dapat membuat setan menertawakan.
  4. Tidak berlebihan atau dibuat-buat.
    Menguap sebaiknya tidak dilakukan dengan sengaja atau dipamerkan di depan orang lain, karena menunjukkan kurangnya adab.
  5. Menjaga diri agar tidak sering menguap dalam ibadah.
    Bila rasa kantuk datang saat membaca Al-Qur’an atau mendengarkan ceramah, sebaiknya berwudhu atau beristirahat sejenak agar tetap khusyuk.

Pandangan Ulama

Para ulama menjelaskan bahwa bersin berasal dari Allah sebagai tanda kehidupan dan kesegaran, sedangkan menguap berasal dari setan, sebagai tanda kemalasan dan kebosanan. Karena itu, adab menguap diatur agar tidak memberi celah pada setan untuk menimbulkan kelalaian dalam ibadah.

Imam An-Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim: “Disunnahkan menahan menguap selama tidak membahayakan, dan disunnahkan menutup mulut dengan tangan agar tidak terlihat serta tidak keluar suara.”