Ilustrasi di kuburan
Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, kesedihan atas meninggalnya seseorang adalah hal yang wajar dan manusiawi. Namun, Islam melarang sikap berlebihan dalam berduka, seperti meratapi, menjerit, atau memukul-mukul tubuh karena kehilangan orang tercinta. Hal itu termasuk bentuk ketidakridhaan terhadap takdir Allah ﷻ dan menyerupai kebiasaan jahiliah sebelum datangnya Islam.
Allah ﷻ berfirman:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami kamu akan dikembalikan.”
(QS. Al-Anbiya [21]: 35)
Ayat ini mengingatkan bahwa kematian adalah bagian dari ujian kehidupan. Maka, ketika menghadapi kehilangan, seorang Muslim diperintahkan untuk bersabar dan berpasrah kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliah (ketika berduka).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menegaskan bahwa meratapi mayit dengan cara berlebihan adalah dosa besar, karena menunjukkan penolakan terhadap ketetapan Allah. Islam mengajarkan agar kesedihan tetap diungkapkan dengan cara yang terhormat, seperti menangis lembut, berdoa, dan memohonkan ampunan bagi almarhum.