Ilustrasi toilet
Terasmuslim.com - Istinja adalah salah satu bagian dari thaharah (bersuci) yang menjadi syarat sahnya ibadah, terutama salat. Istinja berarti membersihkan diri dari najis yang keluar dari qubul (kemaluan) dan dubur dengan menggunakan air atau benda suci lainnya. Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan lahir dan batin, karena kebersihan adalah bagian dari iman.
Allah ﷻ berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 108:
“...Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.”
Ayat ini menjadi dasar bahwa menjaga kebersihan, termasuk dalam urusan buang hajat, adalah perbuatan yang dicintai Allah. Rasulullah ﷺ pun memberi teladan dalam hal adab ketika buang hajat dan istinja.
Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kalian buang air, janganlah ia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan dan jangan beristinja dengan tangan kanan."
(HR. Muslim).
Hadis ini menunjukkan adab penting dalam istinja, yaitu:
Menjaga kebersihan setelah buang hajat tidak hanya bagian dari adab, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap ibadah. Sebab, orang yang tidak bersih dari najis tidak sah salatnya.