Ilustrasi - Salah satu tanda utama datangnya kiamat adalah tiupan sangkakala oleh malaikat yang bernama Israfil (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Salah satu peristiwa besar yang akan terjadi pada hari kiamat adalah ditiupnya sangkakala (ash-shūr), sebagaimana telah diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an dan dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis-hadis sahih.
Tiupan sangkakala akan dilakukan oleh Malaikat Israfil, sebagai tanda dimulainya rangkaian besar hari kiamat dari kehancuran alam semesta hingga kebangkitan seluruh manusia untuk dihisab amal perbuatannya.
Para ulama menjelaskan bahwa sangkakala akan ditiup sebanyak tiga kali, yaitu tiupan pertama (faz‘ah), tiupan kedua (ṣa‘qah), dan tiupan ketiga (ba‘ts).
Ketiganya memiliki makna dan kejadian besar yang berbeda-beda.
1. Tiupan Pertama – Tiupan Ketakutan (فَزَعَةٌ / Faz‘ah)
Tiupan pertama menandai dimulainya keguncangan besar di alam semesta. Pada saat itu, seluruh makhluk hidup akan merasakan ketakutan luar biasa karena alam mulai hancur.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an:
وَيَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ
Wa yauma yunfakhu fiṣ-ṣūri fafazi‘a man fis-samāwāti wa man fil-arḍi illā man syā’a Allāh.
"Dan (ingatlah) pada hari ketika ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah." (QS. An-Naml: 87)
Pada fase ini, langit terbelah, gunung-gunung dihancurkan, dan bumi berguncang hebat.
2. Tiupan Kedua – Tiupan Kematian (صَعْقَةٌ / Ṣa‘qah)
Tiupan kedua disebut sebagai tiupan kematian. Setelah tiupan ini, seluruh makhluk hidup akan binasa. Tidak ada satu pun makhluk yang tersisa kecuali Allah SWT.
Allah berfirman:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ
Wa nufikha fiṣ-ṣūri faṣa‘iqa man fis-samāwāti wa man fil-arḍi illā man syā’a Allāh.
"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah." (QS. Az-Zumar: 68)
Setelah tiupan kedua ini, dunia benar-benar sunyi. Tidak ada kehidupan, tidak ada gerak — hanya kehendak Allah yang tetap kekal.
3. Tiupan Ketiga – Tiupan Kebangkitan (بَعْثٌ / Ba‘ts)
Tiupan ketiga menjadi tanda dimulainya kebangkitan seluruh makhluk dari kubur mereka untuk menjalani hisab amal perbuatan.
Allah SWT berfirman:
ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ
Ṡumma nufikha fīhi ukhrā fa’iżā hum qiyāmun yanẓurūn.
"Kemudian ditiup sangkakala sekali lagi, maka seketika itu mereka bangkit menunggu (putusan Allah)." (QS. Az-Zumar: 68)
Inilah hari di mana manusia dikumpulkan di padang Mahsyar, amal ditimbang, dan setiap jiwa mendapatkan balasan sesuai dengan perbuatannya di dunia.
Tiga tiupan sangkakala mengajarkan bahwa kehidupan dunia ini bersifat sementara. Tiupan pertama mengingatkan manusia akan ketakutan dan kefanaan dunia, tiupan kedua menegaskan kematian sebagai kepastian, dan tiupan ketiga menunjukkan kebangkitan serta keadilan Allah SWT.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW berpesan agar umat Islam selalu memperbanyak amal saleh, menjaga keimanan, dan memperbanyak istighfar sebagai persiapan menghadapi hari yang pasti datang tersebut.
Tiupan sangkakala bukanlah kisah simbolik, melainkan kejadian nyata yang akan menandai berakhirnya seluruh kehidupan dunia. Dengan memahami maknanya, diharapkan umat Islam semakin sadar akan pentingnya taubat, amal saleh, dan menjaga hati dari kelalaian dunia.
“Dan sungguh, hari kiamat itu pasti datang, maka janganlah engkau ragu sedikit pun tentangnya.” (QS. Ghafir: 59)