• KEISLAMAN

Wasiat Nabi SAW Seratus Hari Sebelum Wafat, Pesan Abadi untuk Umat

Yahya Sukamdani | Sabtu, 11/10/2025
Wasiat Nabi SAW Seratus Hari Sebelum Wafat, Pesan Abadi untuk Umat Ilustrasi Nabi Muhammad

Terasmuslim.com - Seratus hari menjelang wafatnya, Rasulullah ﷺ semakin sering memberikan nasihat dan wasiat kepada para sahabat agar tetap berpegang teguh pada ajaran Islam setelah kepergiannya. Salah satu pesan penting beliau adalah agar umat Islam selalu menjaga tauhid dan tidak menyekutukan Allah ﷻ. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun” (QS. An-Nisa: 36). Rasulullah ﷺ juga menegaskan pentingnya mengikuti Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup, sebagaimana sabdanya: “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara; kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah dan sunnahku” (HR. Malik).

Selain itu, Rasulullah ﷺ berpesan agar umat Islam saling menjaga ukhuwah dan menjauhi perpecahan. Beliau mengingatkan dalam sabdanya: “Janganlah kalian saling iri, saling membenci, atau saling memutuskan hubungan, tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Bukhari dan Muslim). Wasiat ini menunjukkan betapa Rasulullah sangat mencintai umatnya dan ingin agar mereka hidup dalam kedamaian, kasih sayang, dan saling tolong-menolong dalam kebaikan. Persaudaraan dalam Islam bukan hanya ikatan sosial, tetapi juga ibadah yang menumbuhkan kekuatan umat.

Rasulullah ﷺ juga memperingatkan agar umat Islam tidak terbuai oleh dunia. Dalam khutbah terakhirnya, beliau menegaskan: “Takutlah kepada Allah dalam urusan wanita dan harta”. Ini menjadi peringatan agar manusia tidak melampaui batas dalam mencari dunia hingga melupakan akhirat. Al-Qur’an pun menegaskan: “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau...” (QS. Al-Hadid: 20). Wasiat ini menunjukkan keseimbangan hidup yang harus dijaga: berusaha untuk dunia tanpa meninggalkan bekal akhirat.