• KEISLAMAN

Perniagaan yang Sesuai Syariat Islam, Ini Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Sabtu, 11/10/2025
Perniagaan yang Sesuai Syariat Islam, Ini Penjelasannya Ilustrasi foto jual beli

Terasmuslim.com - Dalam Islam, perniagaan atau aktivitas jual beli merupakan salah satu bentuk muamalah yang sangat dianjurkan, asalkan dilakukan sesuai dengan prinsip syariat. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275). Ayat ini menegaskan bahwa Islam mendukung kegiatan ekonomi yang berkeadilan, saling ridha, dan tidak merugikan pihak mana pun. Prinsip utama dalam perniagaan Islam adalah kejujuran, keterbukaan, dan keadilan, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada” (HR. Tirmidzi).

Jenis perniagaan yang sesuai dengan syariat meliputi jual beli barang atau jasa yang halal, usaha perdagangan, pertanian, maupun industri yang tidak melanggar hukum Islam. Transaksi harus bebas dari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (judi). Misalnya, jual beli produk halal, bisnis properti syariah, koperasi syariah, hingga perdagangan online yang transparan dalam harga dan kualitas. Semua bentuk usaha yang membawa manfaat bagi masyarakat dan dilakukan dengan niat baik termasuk dalam perniagaan yang diridhai Allah ﷻ.

Selain menjauhi larangan, perniagaan Islami juga menekankan aspek sosial. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. Ahmad). Dengan demikian, seorang pengusaha Muslim tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memastikan usahanya membawa keberkahan bagi pekerja, konsumen, dan lingkungan sekitar. Praktik seperti sedekah dari hasil usaha, memberi upah tepat waktu, dan menjaga hak konsumen merupakan bagian dari etika bisnis Islam yang luhur.