• KEISLAMAN

Penjelasan tentang Tauhid, Syirik, Bid`ah, Kufur, dan Iman

Yahya Sukamdani | Jum'at, 03/10/2025
Penjelasan tentang Tauhid, Syirik, Bid`ah, Kufur, dan Iman Allah Subhannahu Wa Taala

Terasmuslim.com -Tauhid adalah dasar utama dalam Islam, yaitu mengesakan Allah ﷻ dalam ibadah, rububiyyah, dan asma’ wa sifat. Allah berfirman: “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu...” (QS. Al-Ikhlas: 1–2). Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa inti dakwah para nabi adalah seruan kepada tauhid. Tanpa tauhid yang benar, seluruh amal ibadah tidak akan diterima oleh Allah ﷻ.

Lawan dari tauhid adalah syirik, yaitu mempersekutukan Allah dengan sesuatu selain-Nya. Allah memperingatkan: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (QS. An-Nisa: 48). Rasulullah ﷺ menyebut syirik sebagai dosa terbesar, sebagaimana sabdanya: “Dosa terbesar adalah engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dia yang menciptakanmu” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, menjauhi syirik adalah kewajiban mutlak seorang Muslim.

Bid’ah adalah perkara baru dalam urusan agama yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda: “Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim). Bid’ah dapat merusak kemurnian agama karena menambah atau mengurangi ajaran Islam yang sempurna. Adapun kufur berarti menolak atau mengingkari kebenaran Islam. Allah berfirman: “Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (QS. An-Nisa: 136).

Sedangkan iman adalah keyakinan yang teguh di hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Iman itu terdiri dari tujuh puluh lebih cabang, yang paling tinggi adalah ucapan ‘La ilaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan” (HR. Muslim). Dengan menjaga tauhid, menjauhi syirik, menghindari bid’ah, serta memperkuat iman, seorang Muslim dapat meraih keselamatan dunia dan akhirat.