Ilustrasi foto Ibadah Haji
Terasmuslim.com - Haji dan umrah merupakan ibadah mulia yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ. Allah ﷻ berfirman: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah...” (QS. Al-Baqarah: 196). Ayat ini menegaskan bahwa kedua ibadah tersebut bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi wujud ketaatan yang harus dilakukan sesuai tuntunan syariat. Rasulullah ﷺ pun menunaikan haji wada’ sebagai contoh sempurna bagi umat Islam dalam melaksanakan manasik.
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda: “Ambillah dariku manasik kalian, karena aku tidak tahu apakah aku akan berhaji setelah hajiku ini atau tidak.” Beliau mengajarkan ihram dari miqat, niat yang benar, thawaf di Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah, hingga tahallul. Semua tahapan dilakukan dengan tertib, khusyuk, dan penuh doa. Untuk umrah, tata cara serupa dilakukan tanpa wukuf di Arafah.
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga (HR. Bukhari dan Muslim). Sementara umrah disebut sebagai penghapus dosa di antara satu umrah dengan umrah berikutnya. Dengan melaksanakan haji dan umrah sesuai sunnah Rasulullah, seorang Muslim memperoleh kesempatan besar untuk menghapus dosa, memperbaharui keimanan, dan meraih derajat mulia di sisi Allah ﷻ.