Ilustrasi foto travel haji dan umrah
Terasmuslim.com - Ibadah umrah adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah yang sangat dianjurkan. Namun, dalam pelaksanaannya, umat Islam diingatkan untuk berhati-hati agar tidak terjerumus pada penipuan biro travel. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil…” (QS. An-Nisa: 29). Ayat ini menjadi pengingat agar umat Islam menjaga harta dan berhati-hati dalam memilih pihak penyelenggara perjalanan ibadah.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah ﷺ bersabda, “Pedagang yang jujur lagi amanah, akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada” (HR. Tirmidzi). Prinsip kejujuran dan amanah menjadi tolok ukur penting dalam memilih travel umrah. Jamaah dianjurkan memastikan izin resmi, rekam jejak penyelenggara, serta transparansi biaya. Sikap teliti adalah bagian dari ikhtiar menjaga amanah harta dan niat ibadah agar tidak tercederai.
Selain itu, Islam menekankan agar umatnya selalu bertawakal setelah berikhtiar. Rasulullah ﷺ pernah menasihati seorang sahabat yang meninggalkan untanya tanpa diikat, “Ikatlah unta itu, kemudian bertawakallah” (HR. Tirmidzi). Hal ini menjadi pelajaran penting agar jamaah tidak hanya berharap pada pihak travel, tetapi juga tetap berusaha mengamankan diri dengan mengecek legalitas, kontrak tertulis, hingga testimoni jamaah terdahulu. Dengan demikian, ibadah umrah dapat terlaksana dengan tenang, aman, dan sesuai tuntunan syariat.