Ilustrasi foto berdoa ketika umrah atau haji
Terasmuslim.com - Setiap rukun haji dan umrah disertai dengan doa dan zikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Saat memulai ihram, jamaah membaca talbiyah: “Labbaika Allahumma labbaik...” yang merupakan bentuk penghambaan dan pengakuan akan keesaan Allah. Doa ini sesuai dengan sabda Rasulullah: “Tidaklah seorang muslim bertalbiyah kecuali setiap batu, pohon, dan tanah di kanan kirinya juga ikut bertalbiyah sampai ke ujung bumi” (HR. Tirmidzi). Talbiyah menjadi tanda kesiapan hati untuk menunaikan ibadah dengan penuh ketundukan.
Ketika thawaf mengelilingi Ka’bah, doa yang dianjurkan adalah zikir dan doa umum, serta doa khusus di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad: “Rabbana aatina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban-naar” (QS. Al-Baqarah: 201). Rasulullah ﷺ mencontohkan doa ini sebagai doa terbaik yang merangkum kebaikan dunia dan akhirat. Sementara dalam sa’i antara Shafa dan Marwah, dianjurkan memperbanyak doa dan mengingat firman Allah: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah...” (QS. Al-Baqarah: 158).
Pada wukuf di Arafah, doa paling utama adalah memperbanyak zikir dan doa dengan penuh harap, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Doa yang terbaik adalah doa pada hari Arafah” (HR. Tirmidzi). Begitu pula saat melempar jumrah, jamaah bertakbir sebagai bentuk ketaatan dan pengusiran syaitan. Dengan begitu, setiap rukun haji dan umrah bukan sekadar gerakan ritual, tetapi sarat makna spiritual melalui doa-doa yang mendekatkan diri kepada Allah.