Ilustrasi - berdoa (FOTO: ADVENTISTHEALTHCARE)
Jakarta, Terasmuslim.com - Rasa malas merupakan salah satu sifat negatif yang sering menjadi penghalang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dalam Islam, sifat ini dipandang berbahaya karena bisa menjauhkan manusia dari ibadah, produktivitas, dan amal kebajikan.
Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa khusus untuk memohon perlindungan dari rasa malas.
Salah satu doa yang sering dibaca Rasulullah SAW berbunyi:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a‘ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan, wa a‘ūdzu bika minal-‘ajzi wal-kasal, wa a‘ūdzu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a‘ūdzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijāl.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan rasa malas, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa ini bukan hanya permohonan spiritual, tetapi juga pengingat agar seorang muslim memiliki etos kerja, kesungguhan, dan optimisme. Dalam kehidupan modern, doa ini relevan untuk melawan kebiasaan menunda pekerjaan (procrastination), rasa enggan belajar, maupun malas beribadah.
Dengan memadukan doa Rasulullah dan pesan Al-Qur’an, umat Islam diajak membangun kesadaran bahwa setiap waktu yang diberikan Allah adalah amanah yang harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab.