Ilustrasi foto Islam dan Al quran
Terasmuslim.com - Agama Islam berdiri di atas dua pokok utama yang agung, yaitu tauhid (mengesakan Allah) dan ittiba’ (mengikuti Rasulullah ﷺ). Allah ﷻ berfirman: “Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul pada setiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah saja, dan jauhilah thaghut.’” (QS. An-Nahl: 36). Ayat ini menunjukkan bahwa inti ajaran para nabi adalah mengesakan Allah dalam ibadah. Tauhid menjadi fondasi utama, karena tanpa tauhid, amal apa pun tidak akan diterima di sisi Allah.
Pokok kedua adalah ittiba’ kepada Rasulullah ﷺ. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7). Mengikuti sunnah Nabi adalah bentuk ketaatan yang menjadi syarat diterimanya amal. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami (agama ini) yang bukan darinya, maka perkara itu tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini menegaskan pentingnya mengikuti petunjuk beliau dalam beragama.
Dengan memahami dua pokok agung ini, seorang muslim akan memiliki pijakan yang lurus dalam beribadah: ikhlas hanya untuk Allah dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Inilah yang menjadi kunci keselamatan dan jalan menuju ridha Allah. Tanpa salah satu dari keduanya, agama seseorang tidak akan sempurna. Islam menuntut keseimbangan antara hati yang bersih dari syirik dan amal yang benar mengikuti sunnah Nabi.